Tampilkan postingan dengan label Perang Mading VI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang Mading VI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Maret 2012

Wayang 2099, Wayang Masa Depan


IDE MASA DEPAN : Wayang 2099, mading unik dan atraktif dari SMAN 1 Puncu
KEDIRI- Kediri School Contest VI tahun ini yang bertemakan Modern Ethnic menumbuhkan banyak inspirasi bagi para pelajar se-eks karesidenan Kediri dalam berkreasi dalam mading, blog, bahkan aransemen musik. Pertunjukan tradisional yang berupa wayang pun menjadi ide yang kreatif bagi para crew mading SMAN 1 Puncu.

Wayang dan zaman modern saat ini pun menjadi kolaborasi ide yang diambil para crew untuk mewujudkan sebuah mading dengan judul Wayang 2099. "Wayang 2099 ini kami buat berupa prototype roket transformer yang dimana ada kepala gatotkaca diatasnya. Kombinasi roket dan gatotkaca itu pun dapat menjadi ide masa depan untuk generasi muda Indonesia." jelas Dista, crew mading SMAN 1 Puncu.

Mading yang terbuat dari sekitar 97 % barang bekasi dan eksis tepat di tengah Grand Ballroom Kediri Mall ini begitu atraktif dengan 2 peraga berkostum robot gatotkaca di sebelahnya. "Mading ini kami buat begitu menarik agar para generasi muda terdorong untuk mempertahankan budaya-budaya Indonesia yang sekarang terlupakan dan melestarikannya sejalan perkembangan zaman yang semakin modern." papar Dista. Wayang 2099 ini dapat menjadi ide yang luar biasa bagi para generasi muda dan sebagai jalan alternatif dalam upaya pelestarian budaya negeri ini.(ado)
READ MORE - Wayang 2099, Wayang Masa Depan

Parade Tarian, Reminder Bagi Generasi Muda


KOMBINASI TARIAN : Penampang mading MAN Purwoasri dengan judul " Parade Tarian"
KEDIRI-Hari kedua Final Party Kediri School Contest VI pada hari Sabtu(24/3) terlihat semakin meriah dengan tampilan akustik dan tidak kalah juga dengan sekitar 90 finalis perang mading yang begitu atraktif. Kata atraktif adalah kata yang cocok untuk mading MAN Purwoasri yang berjudul "Parade Tarian". 

Tarian tradisional dan tarian modern pun di kolaborasikan dalam mading yang berbackground ondel-ondel ini. "Kami menampilkan tarian hip-hop modern dengan tarian kecak dan reog ponorogo pada mading kami bertujuan agar generasi muda tidak melupakan tarian negeri dan keduanya dapat berkembang bersama-sama di zaman modern ini."jelas Agung, crew mading MAN Purwoasri.Relasi penampilan dan judul mading ini pun sangat membawa jiwa tema School Contest VI yang bertemakan Modern Ethnic ini.

Mading yang menghabiskan biaya sekisar 300 ribu ini membutuhkan 2 minggu dalam pembuatannya. "Mading ini terbuat dari 50% sterofom dan sisanya bahan organik." papar Agung. Agung (16) salah satu crew mading MAN Purwoasri pun menaruh harapan pada mading ini untuk menjadi yang terbaik dan mading ini dapat mengingatkan generasi muda akan tarian tradisional yang terlupakan. Selain mading yang berjudul Parade Tarian ini, masih banyak lagi mading-mading yang super atraktif hanya di Perang Mading School Contest VI.
READ MORE - Parade Tarian, Reminder Bagi Generasi Muda

Tampil Baik Semua, Sulit Cari Pemenang

FOKUS : Endro sedang serius menilai mading SMA POMOSDA
KEDIRI - Hari ini adalah hari penilaian mading. Juri dari kompetisi perang mading sebanyak 6 juri. Dari masing-masing juri menilai dari sisi masing-masing, ada yang bagian layout, content, performence dan lain-lain. Para penjaga mading masing-masing sekolah telah bersiap untuk menyambut juri yang ada. Para penjaga mading harus mempresentasikan tentang mading mereka, dari mulai konten, maksud tema dan layout, dan kelebihan masing-masing mading yang telah dibuat para peserta.

Para juri memulai aksinya dari mulai pagi hari hingga sore hari untuk menilai 67 finalis mading yang berhasil lolos dari babak penyisihan. Sulit menentukan mana yang akan menjadi pemenang karena semua mading terlihat sangat baik dari sisi layout dan content. Bahkan para finalis mading kali ini lebih baik daripada tahun lalu. “Mading yang sekarang lebih baik dari pada tahun lalu, para peserta lebih kreatif dalam membuat mading.” Ujar Endro (35, juri bagian content).

Para finalis perang mading sekarang akan lebih bersaing, karena dari segi kualitas, kuantitas, dan konten mereka jauh lebih baik daripada peserta tahun lalu. Sehingga untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemenang sangat sulit sekali karena semua mading berpotensi untuk menjadi pemenang atau peraih penghargaan The Best Overall. Karena lebih ketat maka para peserta dituntut untuk lebih kreatif dalam mempresentasikan mading mereka.

Memang segala sesuatu tidak ada yang sempurna. Termasuk para peserta perang mading Radar Kediri School Contest VI kali ini. Menurut Endro, mereka masih banyak mengambil artikel dari media-media yang telah ada, bahkan tidak dikembangkan melainkan langsung copy-paste. “Kekurangan mereka, mereka banyak mengambil artikel-artikel mengenai mading mereka di beberapa media, seperti internet, majalah, dan koran-koran. Bahkan mereka tidak menyaringnya kembali atau langsung copy-paste.” Padahal seharusnya para peserta dapat mencari informasi-informasi seputar mading mereka, dan tidak harus langsung meniru dari beberapa media massa. “Tapi yang jelas mereka bersaing lebih ketat.”Imbuhnya.(ari)

READ MORE - Tampil Baik Semua, Sulit Cari Pemenang

Mading SMAN 1 Nganjuk Tiba-Tiba Ambruk

TIBA-TIBA AMBRUK : Keadaan Mading  SMAN 1 Nganjuk yang ambruk tadi  pagi
KEDIRI- Final Party Kediri School Contest VI hari kedua pun tiba. Sekitar pukul 09.00, para peserta Kediri School Contest VI pun telah terlihat memenuhi Grand Ballroom Kediri Mall yang terletak di lt.5. Tetapi, pada saat itu juga terdapat insiden dimana 2 mading kreasi SMAN 1 Nganjuk yang berjudul "Jagoan Indonesia" dan "Avatar" yang terletak di sebelah barat panggung ini ambruk.

Tidak diketahui penyebab ambruknya mading tersebut tetapi bisa diperkirakan karena besarnya bobot kedua mading tersebut yang tidak dapat diimbangi oleh penyangganya. Prototype yang besar dari mading tersebut mungkin dapat menjadi faktor X dari insiden ambruknya kedua mading tersebut. Sayangnya juga pada saat itu, crew mading dari SMANSA Nganjuk ini belum terlihat muncul di Grand Ballroom Kediri untuk membenahi mading tersebut.

Insiden ambruknya kedua mading tersebut menjadi bahan berita para jurnalis-blog untuk mengisi informasi hari ini. "Waktu datang tadi tiba-tiba aja udah kayak gitu, lumayan insiden kayak gitu bisa buat bahan berita untuk diposting di blog."ujar Muhammad Murtadha Ramadhan, crew Jurnalis-Blog SMA POMOSDA. Insiden-insiden ambruknya mading seperti itu pun sewaktu-waktu dapat terjadi karena faktor-faktor tertentu.(ado)
READ MORE - Mading SMAN 1 Nganjuk Tiba-Tiba Ambruk

Jumat, 23 Maret 2012

Hari Pertama Langsung Ramai

RAMAI : Hari pertama Final Party School Contest VI berlangsung padat pengunjung dan peserta kompetisi-kompetisi School Contest VI ynag lain
KEDIRI-Hari ini adalah hari pertama dilaksanakannya School Contest VI. School Acoustic Ethnic Contest dilaksanakan terlebih dahulu daripada pelaksanaan opening ceremony. Opening ceremony dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB. Meskipun hari ini hari Jumat terlihat di Kediri Mall lt.5 ramai oleh para pengunjung. Para pengunjung sendiri datang dari pendukung masing-masing sekolah ataupun hanya sekedar ingin berkunjung melihat-lihat 67 mading yang terpampang di Final Party School Contest VI. “Saya pergi ke sini ya untuk lihat-lihat mading yang lolos ke babak final.” Ujar Joko Rachmad (38, penduduk kota Kediri).

Seperti biasanya ajang School Contest selalu mengundang banyak perhatian penduduk se-eks karisidenan Kediri. Total 67 mading dari 3D maupun 2D telah terpampang di Kediri Mall lt.5 tepatnya di Hall Convention Centre Kediri Mall. Semua kratifitas para pelajar telah dituntut untuk membuat mading-mading dari masing-masing sekolah. Oleh karena itu mading-mading yang terpampang bukan hanya sekedar mading, melainkan mading yang sudah terseleksi.

Tidak hanya perang mading saja yang diselenggarakan hari ini, tapi mulai dari School Acoustic Ethnic Contest, School Journalist Blog, dan lomba melukis celengan (tabungan) diselenggarakan di sini pada hari ini. Para Jurnalis utusan masing-masing sekolah langsung meluncur untuk meliput berita atau kejadian-kejadian guna untuk mengisi blog mereka.

Opening Ceremony dilaksanakan dalam rangka membuka School Contest Radar Kediri VI secara resmi oleh Wali Kota Kediri. Acara Opening Ceremony diramaikan oleh beberapa tampilan dari beberapa sekolah se-eks karisidenan Kediri. Tampilan-tampilannya pun berkaitan dengan tema yang diangkat dalam School Contest VI, yaitu modern ethnic. Para performer banyak menampilkan tarian-tarian tradisional nusantara yang sudah langka di era sekarang ini. Hasil School Contest VI yang bertema modern ethnic menunai banyak respon positif dari banyak masyarakat dan para guru-guru dari masing-masing sekolah. “Bagus sekali ya untuk para siswa SMP atau SMA, selain membuat mereka kreatif mereka juga bisa mengenal kebudayaan bangsa mereka sendiri.” Ujar Dewi Syariah (guru SMA POMOSDA).(ari)
READ MORE - Hari Pertama Langsung Ramai

Kamis, 22 Maret 2012

Jagoan Indonesia, Kombinasi antara Transformers dengan Gatotkaca


KEDIRI- Modern Ethnic, tema dari Kediri School Contest VI tahun ini membuahkan banyak ide dan inspirasi bagi para pelajar se-eks karesidenan Kediri dari musik daerah hingga para jagoan masa lampau. Misalnya adalah mading SMAN 1 Nganjuk yang mengkombinasi jagoan modern Transfromers dengan Gatot Kaca di masa lampau. "Ide ini muncul waktu kami membaca brosur School Contest VI yang ada gambar robot sama gatotkaca." jelas Firdaus, crew mading SMAN 1 Nganjuk. Jagoan Indonesia, judul dari mading mereka pun menjadi judul pas untuk mading yang berprototype robot gatotkaca ini.

Mading yang dibuat dengan estimasi waktu selama 3 minggu ini dan full-sterofom ini seakan-akan dapat menjadi jagoan di Ballroom Kediri Mall. "Waktu pembuatan prototype sampai cetak artikelnya 3 minggu tapi biaya yang kami keluarkan gak sampai Rp 100.000,- soalnya sterofomnya kami adalah sterofom bekas dari guru kami yang baru pindahan.

Jagoan Indonesia yang dikreasikan oleh para crew mading SMANSA Nganjuk ini bertujuan untuk memperkenalkan jagoan Indonesia masa lampau. "Dibuat seperti robot-gatotkaca seperti ini agar anak-anak mudah mengenalnya dan lebih menarik, kalo cuma dibuat Gatotkaca aja mungkin anak-anak sekarang banyak yang nggak tahu." ujar Firdaus.

Crew Mading SMANSA Nganjuk pun berharap mading jagoan ini dapat menjadi jawara dalam Perang Mading VI tahun ini untuk meneruskan prestasi di tahun lalu. " Tahun kemarin kan dapat best perfomance, kalo tahun ini berharap dapat best overall lah dan minimal dapat best perfomance kayak tahun lalu. "seru Firdaus. Unik dan menarik, dua kata itulah yang akan mewarnai mading Robot Gatotkaca ini yang akan menunjukkan dan mengingatkan kembali kepada anak muda sekarang akan jagoan Indonesia di masa lampau.(ado)

READ MORE - Jagoan Indonesia, Kombinasi antara Transformers dengan Gatotkaca

Asal Usul Sekolah Menjadi Inspirasi


ASAL-USUL : Mading Islamik karya SMA Queen Al-Falah
KEDIRI- Launching mading pada hari Kamis(22/3) di Ballroom Kediri Mall berlangsung sangat marak sekali. Para crew mading terlihat sangat antusias dalam merakit mading mereka dan memberikan sebuah keistimewaan tersendiri bagi mading mereka. Salah satunya adalah mading dari SMA Queen Al-Falah.

Mading dengan judul Asal-Usul SMA dan SMK Queen Al-Falah ini berbentuk replika pondok pesantren mereka sangat membawa kesan sangat islamik bagi para pembaca. "Ide ini kami dapatkan dari ustadz kami dan usulan-usulan crew kami."jelas salah satu crew mading SMA Queen Al-Falah. Mulai dari awal perjuangan dalam mengajukan untuk membuat sebuah pondok modern hingga deskripsi pondok mereka sekarang mereka paparkan dalam mading ini.

Pengambilan asal-usul tersebut ditujukan untuk memperkenalkan sekolah baru mereka yang baru dirintis sejak tahun ini kepada publik." Disini kami bertujuan untuk memperkenalkan sekolah kami kepada publik dan juga sebagai angkatan pertama, kami ingin menncoba berkompetisi di ajang ini dengan harapan masksimal masuk final seperti ini. " ujar Crew Mading SMA Queen Al-Falah.

Mading yang dibuat dalam waktu 1 minggu dengan biaya sekitar Rp400.000,- ini mengambil relasi Salafiyah-Modern dengan tema School Contest tahun ini, dimana suatu pondok salafi mampu mengikuti perkembangan zaman modern pada saat ini. Mading islamik ini pun dapat menjadi warna baru pada Kediri School Contest VI tahun ini. 
READ MORE - Asal Usul Sekolah Menjadi Inspirasi

Papua, Mutiara Hitam yang Berharga


BERHARGA: Tampilan mading MtsN 2 Kediri dengan judul Papua Is A Black Pearl
KEDIRI- Modern ethnic, tema dari School Contest VI tahun ini menginspirasi para pelajar di Kediri untuk meluapkan ekspresi mereka ke dalam sebuah mading 3D maupun 2D. Seperti contoh adalah mading 3D milik MtsN2 Kediri yang berjudul "Papua Is A Black Pearl". Kira-kira apa makna dari judul tersebut ? "Papua Is Black Pearl maknanya bahwa Papua adalah mutiara hitam yang berharga. Berharga dari kekayaan SDAnya dan juga kekayaan budaya aslinya."jelas Sabila, crew mading MtsN 2 Kediri.

Lalu, tujuan dari judul Papua is A Black Pearl apa ya ? "Tujuan kami mengambil judul ini dan meluapkannya dalam mading untuk mengenalkan Papua kepada masyarakat yang selama ini terlihat sangat tertinggal keeksisannya." papar Sabila. Makna dan tujuan yang sangat apik dari mading ini pun seakan-akan menjadi kombinasi yang pas untuk mengajak masyarakat untuk mengenal bahkan memajukan daerah mutiara hitam ini. 

Mading yang posisinya tepat di depan pintu masuk ini ternyata sangat kilat pembuatannya dan sangat simple penampilannya. "Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk membuat mading ini sekisar 5-6 hari dengan biaya sekisar Rp.900.000,-. Mading yang berukuran 160 x 180 cm dapat menjadi motivator bagi masyarakat khususnya untuk para generasi muda untuk melestarikan daerah dan budaya yang terkandung di dalamnya. Setelah itu para generasi muda pun dapat memajukannya demi negeri tercinta agar kekayaan budaya serta SDAnya serta keberadaannya tetap eksis dan tak tertinggal di zaman modern ini.(ado)
READ MORE - Papua, Mutiara Hitam yang Berharga

Mading SMA POMOSDA Siap Meluncur Ke Final Party

SEMANGAT : Para Crew Mading SMA POMOSDA  mengangkut mading mereka ke atas pick-up

NGANJUK- Final Party Kediri School Contest VI memasuki H-1. Kamis(22/3) di Aula SMA POMOSDA, para crew mading SMA POMOSDA terlihat masih mempersiapkan mading mereka dengan amunisi-amunisi tambahan yang akan memaksimalkan perfoma mading mereka yang akan diuncurkan hari ini di lt.5 Kediri Mall."Kami ngelembur kerja sejak tadi malam sampai pukul 03.00. Setelah itu, kami istirahat sebentar, sholat terus berangkat lagi ke mading" papar Alvan Fuad Ardiansyah, salah satu crew mading SMA POMOSDA.

Pengolahan dan pengubahan yang hanya diperbolehkan sebesar 10%, mereka manfaatkan dengan semaksimal mungkin. "Di mading sekarang, kami menambahkan beberapa atribut tambahan seperti patung Ibu Kartini berbaju batik yang diusulkan dari Kepala Sekolah sendiri dan juga mendesain rak menjadi desain batik pula.Juga, kami mengganti artikel-artikel yang telah rusak dengan yang baru." jelas Alvad Fuad Ardiansyah. Layout mading yang berbasiskan kayu itu pun harus dibongkar terlebih dahulu agar mudah dibawa ke area Final Party.

Tak lupa, motivasi dan dorongan moral maupun spiritual pun selalu tercuat dari teman-teman mereka dan ustadz-ustadz dalam mempersiapkan launching mading yang berjudul "Goresan Malam Tangan Anak Bangsa" ini. "Semangat banget kerjanya, teman-teman dukung, ustadz-ustadz juga dukung dan persiapan yang semaksimal mungkin ini kami persembahkan demi sekolah." ujar Alvan Fuad Ardiansyah. Persiapan dan kesiapan yang matang dalam peluncuran mading ini pun sangatlah berperan penting demi kelancaran prosesi perakitan kembali di area hingga proses penilaian yang akan dilakukan pada Final Party hari pertama esok hari.(ado)

READ MORE - Mading SMA POMOSDA Siap Meluncur Ke Final Party

Launching Pertama di Kediri Mall

AWAL : Terpampang 67 mading menambah sosialis
Setelah sekian lama kita menunggu akhirnya Final Party School Contest VI akan datang juga. Final party dilaksanakan di Kediri Mall lt.5. Akan ada 64 mading finalis terpampang di sana, dari mading 3D maupun 2D. Alhamdulillah saja mading dari sekolah kami SMP POMOSDA maupun SMA POMOSDA berhasil lolos ke babak final. Hari ini mading telah diangkut ke Kediri Mall oleh para kru mading SMA POMOSDA maupun SMP POMOSDA pada pukul 11.00 pagi tadi.

Sebetulnya yang ikut mengantarkan perjalanan mading ke Kediri bukan hanya anggota crew mading saja tapi School Journalist blog pun rencananya ikut juga, tapi sayangnya sahabat KoMu karena keterbatasan transportasi maka dari masing-masing kelompok School Journalist Blog Contest hanya dikirim satu orang untuk meliput berita di hari pengangkutan mading hari ini. Dan dari kelompok kami yang menjalankan tugas adalah Muhammad Murtadha Ramadhan (Ado) untuk melaporkan kejadian-kejadian yang mungkin terjadi di TKP.

Sedih sih tapi tak apalah, toh kami di sini juga ikut berjuang juga ya kan sahabat KoMu !? Sebetulnya berita yang wajib diliput hanyalah berita tentang Final Party hari pertama dan kedua saja, tapi karena kami sangat semangat, semua yang berhubungan dengan School Contest VI kami tulis di blog kami. Dari mulai proses pembuatan mading kami, pembuatan blog kami, teman-teman kami yang mengikuti berbagai lomba di ajang School Contest VI ini seperti School Acoustic Ethnic, School Band Contest hingga ILP Got Talents. Kami hanya ingin mempersembahkan yang terbaik bagi sekolah kami.

Kami sangat senang dengan diadakanya ajang School Contest (SC) oleh Radar Kediri yang bergengsi dan diselenggarakan setiap tahunya ini. Mengapa ? Karena dengan diadakannya SC para santri PMOSdA ataupun para pelajar di Indonesia khususnya pelajar se-eks karisidenan Kediri dapat belajar menjadi siswa yang kreatif dan inovatif. Sehingga memunculkan semangat juang untuk selalu mau belajar dan mengenali satu sama lain. Otomatis dengan adanya School Contest ini akan mempererat tali persaudaraan antar sekolah dan juga para siswa yang mengikuti SC VI kali ini. Harapan kami ajang seperti School Contst terus dilanjutkan hingga “tuek elek” kelak. (ari)
READ MORE - Launching Pertama di Kediri Mall

Rabu, 21 Maret 2012

Generasi Muda Menjadi Penentu

LESTARI : Santri SMP POMOSDA yang mengikuti ekstrakurikuler Batik sedang menjemur kain batik hasil karya tangan mereka sendiri di halaman sekolah
Busana Batik merupakan budaya asli Indonesia Sahabat KoMU ! Budaya Batik sendiri juga sudah diakui oleh dunia. UNESCO sendiri telah mengakui bahwasanya Batik merupakan budaya asli dari Indonesia. Jadi jika pemerintah sudah berjuang untuk batik, tinggal bagaimana kita para generasi muda memanfaatkannya. Lagipula batik itu tidak jadul kok, malah terkesan lebih rapi dan sopan. Itulah jawaban mengapa para pendahulu kita menciptaka budaya yang sangat indah seperti batik itu sendiri, karena batik sangat cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Sekarang mari kita tengok pada negeri tercinta Indonesia kita ini, apakah presentase orang yang mengenakan baju batik lebih besar daripada orang yang mengenakan baju modern khas barat ? Apakah kita sudah menepati kata-kata kita untuk cinta produk negeri ? Banyak orang-orang Indonesia sendiri memilih untuk meninggalkan budaya asli Indonesia yang sangat sayang apabila ditinggalkan yaitu batik. Tentunya hal ini sangat ironi sekali dengan apa yang kita harapkan sebelumnya.

Oleh karena itu sudah seharusnya apabila kita para pelajar ataupun penerus bangsa memikul beban untuk mempertahankan budaya Indonesia yaitu batik yang indah dan penuh panorama. Marilah sahabat-sahabat KoMu sekalian kita semua ikut berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan budaya kita yaitu batik.

Seharusnya semua sekolah di Indonesia mengangkat budaya batik. Mungkin diadakannya eks-skull membuat batik. SMP POMOSDA telah mempunyai program eks-skull  membuat batik. Ustadnya pun (guru) atau pembimbingnya datang dari kalangan POMOSDA sendiri, yaitu pak Ismadi. Pak Ismadi adalah ustad SMP POMOSDA yang gemar membuat batik. Eks-skull sendiri baru ada di SMP POMOSDA. Para santri diajarkan bagaimana menciptakan karya batik khas Jawa yang indah dan kaya panorama.

Para Santri sendiri mengaku senang akan adanya eks-skull batik di sekolah mereka.”Senenglah kak, aku bisa menunjukkan bakatku menggambar sekaligus membudayakan batik di sini.” Ujar Arum (salah satu santriwati SMP POMOSDA). Para santri sangat rajin dan bersemangat sekali membuat batik, tidak hanya proses pembuatan yang menarik, menyenangkan, penuh kreativitas, dan juga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk diri sendiri maupun orang lain.

Dengan adanya antusiasme mereka para santri, maka ini merupakan sinyal positif bagi pemerintah untuk mulai mengadakan program pengembangan budaya batik di Indonesia di kalangan pelajar seluruh negeri. Kita harus berani untuk merubah diri kita kawan. Jangan selalu menganggap bahwa orang-orang Indonesia bodoh-bodoh karena di samping kebodohannya tersebut sebetulnya memiliki potensi yang sangat besar apabila dikembangkan. Oleh karena itu pemerintah wajib memberi sarana bagi sekolah-sekolah untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya asli Indonesia. Khususnya batik itu sendiri.(ari)
READ MORE - Generasi Muda Menjadi Penentu

Mading Terbang ??? Bener Gak SIh ???

Kalo denger sapu terbang pasti sahabat KoMu gak heran lagi, tapi kalo denger mading terbang gimana reaksi sahabat-sahabat semuanya ? pasti aneh bukan ? Ya tapi inilah fakta yang dialami oleh mading SMP POMOSDA dengan tema layout Jaranan. Memang tari tradisional Jaranan selalu berhubungan dengan mistik. Kalian pasti juga berpendapat begitu kan ? Awalnya hal ini tidak pernah diperhitungkan apalagi diharapkan oleh anggota kru mading SMP POMOSDA.

Apalagi hal ini terjadi ketika hari sudah mendekati pengiriman foto mading melalui via Email kepada Radar Kediri selaku pelaksana kegiatan School Contest VI. Mungkin pada saat itu orang-orang yang paling panik di dunia adalah mereka. Awalnya kejadian bahwa mading yang layout-nya berhubungan dengan Jaranan tersebut hanya rumor atau kabar burung belaka, namun setelah sekian lama kok ternyata banyak yang mengalami sedemikian rupa, hingga Direktur POMOSDA pun mengalami hal tersebut, “Aku dengar suara Jaranan pas jam 11 malam, suaranya jelas dari gong dan peralatan yang ada di mading milik SMP POMOSDA.”Ungkap Dzoharul Arifin (direktur SMA POMOSDA).

Tidak hanya penampakan mading yang bisa terbang tapi penampakan makhluk halus pun tampak, bahkan menampakkan diri di hadapan para santri POMOSDA, salah satunya adalah Ainur. Santri SMP POMOSDA yang pernah melihat pentulan atau topeng Jaranan berkeliaran di sekitar masjid Jami’ Billah POMOSDA ketika ia sedang melakukan kegiatan mengaji setelah Maghrib. Kejadian ini pun juga diperkuat oleh santri-santri lainnya yang melihat pentulan  tersebut di atas rak Al-Qur’an.

Awalnya para anggota mading SMP POMOSDA sama sekali tidak gentar akan kejadian ini, tapi mereka menjadi sangat lemas karena mereka mendengar kabar dari Kepala Sekolah SMP POMOSDA jika seandainya kejadian ini terus berlanjut maka SMP POMOSDA tidak akan mengikuti School Contest VI tahun ini. “Kami sangat lemas, bahkan sangat lemas sekali. Kami sudah pesimis bahkan merasa semua yang kami perbuat dalam pembuatan mading percuma begitu saja” Ujar Abid (pimpinan redaksi mading SMP POMOSDA). Tapi semangat mereka yang memacu optimisme mereka, support  dari pembimbing yang terus mengalir membuat kru mading SMP POMOSDA menjadi bangkit dari pesimisme. “Tapi kami kembali bangkit karena pembimbing kami yang terus memberi dukungan buat kami.” Imbuh Abid.

Pada akhirnya mading mereka mengalami perubahan. Mereka membuat perubahan mading mereka atau mengganti icon jerami sebagai patung yang menunggangi jaranan menjadi robot. Mereka mengantinya hanya semalam sebelum mading mereka dikumpulkan.“ kami merubah mading kami pada malam sebelum tanggal terakhir mading dikumpulkan, kami hanya semalam memperbaiki mading kami lagi.” Papar Ali Irpan (salah satu kru mading SMP POMOSDA). Alhasil mereka lolos juga sahabat KoMu, mading mereka akan diangkut di lt.5. Kediri Mall besok,(22/03). Semangat mereka- lah yang membuat mereka bisa melakukan yang sebenarnya tidak masuka akal, jadi nantikan mading SMP POMOSDA dan SMA POMOSDA  di Kediri Mall pada tanggal 23-25 Maret mendatang.(ari)
READ MORE - Mading Terbang ??? Bener Gak SIh ???

Selasa, 20 Maret 2012

Potret Buram Crew Mading SMA POMOSDA

Wah ini dia hasil gambar-gambar hasil jepretan para crew jurnalis blog SMA POMOSDA yang sedang iseng-iseng berkunjung ke basecampnya para crew mading   :




Peuh kesel dari tadi nyeruti bambu peuh !!
Gaji terus mang..

Weleh kok gajine tumpul tenan ki ...!!!

Mainan cutter dulu ah !!!

Mo latihan casting nih, jangan ganggu !

Haha saya ada Empu Mukhlis haha....
Wani piro ?????
Maenan apa ya yang enak ..!?#%$%
Desain mading yang msih berbasis kapur
Amunisi bambu siaaappp !!
Beuh bener-bener lengkap dari paku ampe jerigen haha...
Kayak gini aja ! Bukan kayak gini aja bro !!*&#$%

Alas madingnya nih, MANTAP !!






Tunggu jepretan-jepretan seputar Kediri School Contest VI kami sobat !!! (Ado)








READ MORE - Potret Buram Crew Mading SMA POMOSDA

Finalis Perang Mading School Contest VI

KEDIRI-Pasca pengumpulan hasil mading yang telah diikuti oleh banyak pelajar dari berbagai sekolah  se- eks Karisidenan Kediri  (17/03/12) akhirnya sudah bisa dipublikasikan. Baik pelajar dari Sekolah Menengah Atas maupun dari Sekolah Menengah Pertama yang berpartisipasi hasilnya sangat memuaskan. Dari panitia penyelenggara Perang Mading School Contest VI pun akhirnya telah dapat menentukan mading dari sekolah  mana saja yang layak untuk tampil di Kediri Mall dalam Final Party School Contest VI. Dan  berikut adalah data para finalis Perang Mading School Contest VI yang akan maju ke final party KSC VI.

Kategori Mading 3 Dimensi Tingkat SMA/MA/SMK:
  1. MA- AL HUDA KEDIRI
  2. SMK AL-HUDA KEDIRI
  3. SMKN 1 KEDIRI
  4. SMAN 7 KEDIRI
  5. SMAN 1 NGANJUK (A)
  6. SMAN 1 NGANJUK (B)
  7. SMAN 1 NGANJUK (C)
  8. SMAN 1 KERTOSONO
  9. SMAN 1 TANJUNGANOM
  10.  MA HM TRIBAKTI KEDIRI
  11. SMAN 1 BOYOLANGU TULUNGAGUNG
  12.  SMK CAHAYA ABADI
  13.  SMAN 5 KEDIRI
  14.  MA AL- ISLAM NGANJUK
  15.  SMKN 1 PLOSOKLATEN
  16.  SMAN 8 KEDIRI
  17.  SMKN 2 KEDIRI
  18. MAN PURWOASRI
  19. SMAN 6 KEDIRI
  20.  MAN 2 KEDIRI
  21. SMKN 1 NGASEM
  22. SMA WAHIDYAH
  23. SMA PAWYATAN DAHA KEDIRI
  24. SMAN 1 KEDIRI
  25. SMA QUEEN AL- FALAH
  26. SMA POMOSDA
  27. SMAK PETRA  KEDIRI
  28. MA MA’ARIF PARE
  29. SMA AL- AZHAR  TULUNGAGUNG
  30. SMAN 1 PAPAR 
  31. SMAN 1 PUNCU
  32. SMAN 2 KEDIRI
  33. SMAN 2 NGANJUK
  34. SMK AHMAD YANI GURAH

Kategori 2 Dimensi Mading Tingkat SMA/MA/SMK:
  1. MA AL-HUDA KEDIRI
  2. SMKN 1 KEDIRI
  3. SMK AL-HUDA KEDIRI
  4. SMAN 1 KEDIRI


Kategori 3 Dimensi Mading Tingkat SMP/MTs :
  1. SMP AL-HUDA KEDIRI
  2. SMP MUHAMMADYAH
  3. SMPN 8 KEDIRI
  4. MTs AL- ISLAM NGANJUK
  5. SMP ISLAM BAITUL IZZAH
  6. MTsN KANIGORO KRAS
  7. SMP AL- IKHLAS TAROKAN
  8. MTsN MODEL PARE
  9. SMPN 1 TANJUNGANOM
  10. MTsN JOMBANG KAUMAN
  11. MTsN KEDIRI 2
  12. SMPN 1 PACE
  13. SMPN 3 KEDIRI (A)
  14.  SMPN 3 KEDIRI (B)
  15. MTs SUNAN AMPEL
  16.  SMPK PETRA KEDIRI
  17. SMPN 6 TULUNGAGUNG
  18. MTsN GROGOL
  19.  SMP POMOSDA
  20. MTs MIFTAHUL HUDA
  21.  MTsN PUNCU

Kategori 2 Dimensi Mading Tingkat SMP/MTs :
  1. SMPN 8 KEDIRI
  2. MTsN KANIGORO KRAS
  3. MTsN PURWOASRI
  4. SMPN 1 PRAMBON
  
Data  di atas adalah para finalis pada saat 23 Maret 2012 akan menampilkan karya terbaik dalam Perang Mading School Contest VI yang bertemkan Modern Ethnic. (Faizal)
READ MORE - Finalis Perang Mading School Contest VI

Teriakan : "Kami Lolos !!!"

LOLOS : Gembira karena berhasil masuk final Perang Mading SC VI
Hai sahabat KoMu ! Kami punya sedikit cerita nich ! Akhirnya pengumuman 20 finalis Perang Mading telah dipampang dalam surat kabar Radar Kediri tadi pagi sahabat KoMu ! Dan tak bisa menahan hasrat untuk bersuka cita karena mading SMA POMOSDA lolos menembus 20 besar yang nantinnya mading akan diangkut ke Kediri Mall lt. 5 pada ajang Final Party School Contest VI. 

Alhamdulillah perjuangan pagi, siang, malam tidak percuma, sampai rela tidak mengikuti pelajaran di sekolah untuk menyelesaikan mading tersebut. “Seneng banget yang pasinya, soalnya kami juga telah berjuang keras dan susah payah, kalau gak lolos kami akan kecewa banget.” Kata Mukhlis (salah satu kru mading SMA POMOSDA). Mereka juga sangat optimis kawan, melihat tahun kemarin yang bisa angkut penghargaan “The Best Overall” di School Contest V semakin memacu semangat dan optimis mereka.

Experience is the best teacher itulah kata-kata yang selalu terngiang di pikiran mereka. Mereka juga bangga sekali karena mereka dapat mengangkat nama sekolah mereka. Walaupun mereka sudah lolos, tapi mereka tetap mendapatkan bimbingan-bimbingan dari pembimbing yang juga dari ustad POMOSDA sendiri. Mereka mendapatkan bimbingan ini juga dalam rangka agar ketika dalam Final Party tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh mereka.

Tidak hanya itu mereka juga diberi pencerahan agar mereka tidak terlalu merasa puas akan hasil yang telah mereka terima. School Contest merupakan agenda tahunan bagi SMA PMOSDA maupun SMP POMOSDA. Dengan adanya School Contest ini bisa menumbuhkan kreatifitas para santri POMOSDA. Seperti halnya mading SMA POMOSDA tahun ini, semua sisi dari madingnya adalah murni karya dari para santri SMA POMOSDA. 

Dengan lay out yang bertemakan Batik den Angklung telah di desain sedemikian rupa oleh mereka sendiri. Para ustad dan ustadzah (guru) banyak yang tidak percaya bahwa semua itu adalah karya mereka sendiri, tapi fakta telah membuktikannya dengan bukti alat-alat perkakas serta segala sesuatu yang menempel pada madingnya. Begitu kawan sedikit cerita dari kami tentang suka cita kami akan keberhasilan yang telah kami terima. (ari)

READ MORE - Teriakan : "Kami Lolos !!!"

Sabtu, 17 Maret 2012

Hampir Mendekati 100%,Waktu Pengumpulan Foto Mading Menghitung Jari

100% Mading SMA Pomosda
Jedag-jedug suara jantung yang berdetak menggetarkan dada seiring dengan jalannya nadi yang mengalir pada tubuh. Namun,hal yang demikian tidak menjadi pengaruh para pelajar SMA Pomosda, yang menjadi peserta Perang Mading School Contest VI. Dengan kesempatan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan tugas menuju seleksi  perang mading yang dapat sudah dihitung jari,akhirnya sudah 98% mereka selesaikan dan hanya beberapa saja yang perlu mereka pertimbangkan dalam pemasangan peletakkan artikel yang sesuai,khususnya untuk artikel pendukung atau tambahan.

Karena syarat seleksi yang akan dilakukan pada perlombaan perang mading hanya cukup mengumpulkan foto dari mading tersebut. Maka taktik atau strategi yang dipakai oleh pasukan mading saat ini hanya cukup mendesain layout mading dengan rapi dan menata artkel dengan terstruktur. Setelah tiba hari untuk mengumpulkan foto mading yang akan dilaksanakan pada tangga 17 September, dengan waktu paling lambat adalah pukul 24.00 sebelum tangga 18 September dini hari,para pasukan Mading SMA Pomosda sudah memegang prinsip optimis hingga pengumuman yang dinanti tiba.

Hal tersebut juga tidak lupa dari dukungan Ustadz dan Ustazdah yang menbina selam proses kerja mading dilakukan. Jika dihitung ternyata persiapan yang dilakukan mading tidak lama. Karena dalam waktu sekitar tiga minggu mereka dapat menyelesaikan mading  bertemakan modern ethnic yang telah disuguhkan oleh panitia perlombaan di Kediri School Contest. Berkat kerja keras yang sangat solid akhirnya hasilnya bisa menggugah semangat yang membara bagi diri pelajar. Dan kini mereka tinggal menyelesaikan sedikit kekurangan yang ada dan memotret hasil mading yang telah digarap. Tepat pada tanggal 17 Sepetember mereka kirim,dan termotivasi untuk menjadi pelajar yang berkompetensi dan bersabar menunggu pengumuman yang diarapkan dapat membuahkan hasil.(Faizal)
READ MORE - Hampir Mendekati 100%,Waktu Pengumpulan Foto Mading Menghitung Jari

Senin, 12 Maret 2012

Dikejar Waktu, Semangat pun Terpacu

     NGANJUK- Deadline pembuatan mading dalam rangka ikut serta Kediri School Contest VI kini tinggal tersisa 3 hari lagi. Pada tanggal 15 Maret tepatnya pada hari Kamis foto mading yang telah dibuat harus dikirim kepada Radar Kediri melalui Via E-mail. Mereka terlihat sangat serius dan bergegas dalam mengerjakan madingnya tersebut. Meskipun banyak kendala teknis maupun non-teknis mereka tetap berjuang untuk menyelesaikan pekerjaannya tersebut. “Kami megalami kendala, berbagai kendala ya, terutama karena kepala kami banyak, jadi ketika ide-ide itu keluar bersamaan, akhirnya kami beradu pendapat, itulah kendala kami yang utama.” Papar Mukhlis (anggota kru mading).
                   
     Dalam pengerjaannya, mereka mengerjakan mading tersebut di asrama SMP POMOSDA yang kosong. Beruntung karena lokasi yang dekat dengan tempat persediaan bangunan, kendala mereka dalam hal peralatan sudah bukan menjadi sebuah kendala yang menghambat dalam pekerjaan mereka. “Ya, kalo masalah peralatan ya kami itu beruntung ya, soalnya tempatnya dekat sama tempat alat-alat bangunan, jadi kalo butuh  tinggal ambil. Tapi sayangnya karena peralatan-peralatannya sering digunakan jadi banyak yang rusak juga."Ucap Aruhul (koordinator Survior).
                    
      Meskipun begitu, dalam pengerjaannya mereka tidak sesuai dengan jadwal. Jadwal yang telah dibuat seharusnya pada hari ini, tepatnya tanggal 12 Maret harus selesai dan dikirim kepada Radar Kediri. Sudah 65 % bagian mading yang telah mereka buat. Selanjutnya mereka akan berlembur hingga hari Rabo,(15/03). “Alhamdulillah sudah 65 % jadi mading ini dari perencanaan awal. Untuk selanjutnya terpaksa kami akan terus berlembur hingga benar-benar siap seperti perencanaan awal kami,” Ujar Dheva (koordinator Lay Outer mading).
                     
         Mereka juga mendapat banyak dukungan dari para ustad maupun para santri. Hal ini pula yang membuat mereka tetap semangat walaupun mereka lelah pikiran dan fisik.” Kami tetap semangat, karena kami optimis dan kami akan memberikan yang terbaik buat sekolah kami, masalah menang atau kalah itu urusan belakang, yang penting memberikan yang terbaik lah.” Ucap Samsul (anggota kru mading) dengan tersenyum. Dalam pembuatannya para pedamping selalu mengarahkan dan membimbing mereka, sehingga ketika bekerja tidak terjadi banyak kesalahan dan lebih tepat. “Kami selalu didampingi para pendamping kami dalam mengerjakan mading ini, biar gak salah-salah.” Ujar Fuad ,anggota kru mading.(ari)

READ MORE - Dikejar Waktu, Semangat pun Terpacu

Minggu, 11 Maret 2012

Persiapan Matang,Penampilan pun Menantang

NGANJUK-Persiapan demi persiapan telah dilakukan telah  oleh pelajar Sekolah Menengah Atas Pondok Modern Sumber Daya At Taqwa yang menjadi peserta  dalam perlombaan Kediri school Contest VI yang diadakan di Kota Kediri. Dalam perlombaan yang akan digelar tentu saja akan melaksanakan seleksi pada kriteria tertentu. Seperti halnya pada lomba School Band Contestan  yang akan diadakan seleksi pada tanggal 17 Maret 2012, pelajar dari SMA Pomosda yang mengikuti perlombaan tersebut akan dilatih kekuatan mental  dalam menguasai panggung sebelum seleksi band dilaksanakan. Kemarin malam,pada tanggal 10 Maret 2012, di aula Balairung Pomosda peserta School Band Contest dari SMA Pomosda melakukan sebuah geladi bersih dalam rangka pelatihan penguasaan panggung sebelum mereka terjun langsung di tempat publik umum yang sangat terbuka, seperti tempat yang akan dilakukan seleksi yaitu di Kediri Mall.

 Sesi permulaan pada saat diadakannya geladi bersih berlangsung sangat atraktif dan penuh harmoni. Freedom (Band SMA Pomosda) yang menjadi andalan untuk mengikuti seleksi dalam School Band Contest memperlihatkan kepiawaiannya kepada para pelajar SMA Pomosda yang ikut menyaksikan penampilan Freedom.Mereka seperti merasa terhipnotis oleh salah satu personil dari Freedom yaitu Muhammad Sulton Arifin dengan permainan bassnya yang sangat atraktif dan kekompakan mereka yang tidak pernah ketinggalan.

Ada dua buah lagu yang dibawakannya,yaitu lagu daerah  Gambang Suling yang telah diaransement dan merupakan lagu wajib ,serta lagu pilihan yang berjudul Mencintaimu dari Asap Band."Ya awal tampilan pada gladi ini rasanya nervous,dredeg,pingin nangis dan banyak deh,campur-campur",jelas Via sebagai vokalis dari Freedom. Namun demikian ,persiapan mental merupakan senjata paling ampuh untuk menghadapi apapun dan juga kerjasama yang erat antar satu anggota dengan anggota yang lain,seperti halnya lomba School Band Contest ini.(faizal)
READ MORE - Persiapan Matang,Penampilan pun Menantang

Adu Kreatifitasmu di Perang Mading VI !

Perang mading ? Emang kedengerannya agak asing ya, tapi maksudnya bukan kita main perang-perangan pake mading kawan. Tapi, perang mading adalah ajang adu kreatifitas yang direalisasikan dalam sebuah mading 3 dimensi ataupun 2 dimensi. Mulai dari layout mading yang di desain sampai rubrikasi yang di tulis. Terus, teknis perlombaan dan penilaiannya gimana ? Gak usah khawatir kawan, ini teknisnya yang saya ambil dari www.sc.radarkediri.co.id :




Ketentuan Umum:
  1. Peserta pelajar SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat Se-Eks Karesidenan Kediri.
  2. Pendaftaran mulai 6 Februari – 03 Maret 2012 di kantor Radar Kediri Jl.Raya Gampeng 45 Kediri mulai pukul 09.00-16.00 Telp.0354-681320.
  3. Ketika mendaftar peserta  mengumpulkan foto berwarna ukuran 4×6 cm sebanyak 2 lembar per kru mading (di balik foto diberi identitas/nama, asal sekolah, kontes yang diikuti).
  4. Menyertakan surat rekomendasi dari sekolah.
  5. Technical Meeting 6 Maret 2012 (waktu menyusul) di Brantas Room Kantor Radar Kediri Jl. Raya Gampeng 45 Kediri.

Ketentuan Mading :
  1. Kategori peserta SMP sederajat & SMA sederajat se-eks karesidenan Kediri.
  2. Tema Modern Ethnic, adalah cara menjaga/melestarikan budaya nusantara di era modern.
  3. Bentuk 2D (dua dimensi) atau 3D (tiga dimensi).
  4. Ukuran maksimal 1,75 x 1,75 m (kelebihan ukuran akan mendapat poin negatif). Untuk 3 D ketinggian maksimal 2 m dari lantai.
  5. Wajib ada Rubrik Sponsor (Honda & Flexi) dan penyelenggara (Radar kediri).
  6. Pembuatan Mading di sekolah oleh kru mading tanpa bantuan pihak luar.
  7. Penggunaan bahan daur ulang dan ramah lingkungan mendapat tambahan nilai.
  8. Desain mading 3 D lebih dominan menghadap satu arah (tampak depan). Karena samping kanan kiri belakang langsung berhimpitan dengan mading lain (lihat gambar).
Penjurian (Penyisihan)
  1. Penjurian akan dilaksanakan tanggal 16 Maret 2012 di Radar Kediri
  2. Penjurian untuk seleksi awal melalui foto yang dikirim peserta
  3. Peserta harus mengirimkan 4 (empat) foto mading nampak depan, nampak belakang, samping kanan, dan samping kiri. Foto diambil dengan jarak 1.5 meter di depan mading.
  4. Foto dikirim melalui email ke event@radarkediri.co.id dengan judul e-mail MADING<spasi>NAMA SEKOLAH<spasi>MADING 1/2 (angka 1 dan 2 jika mengirimkan lebih dari 1 mading, jika mengirimkan satu mading cukup nama sekolah yang dicantumkan). Format foto JPEG resolusi minimal 1200×800 pixel. Nama file sesuai dengan sisi pengambilan foto.
  5. Pengiriman email juga disertai penjelasan tema mading dan isi mading dalam format MS Word dengan nama file sekolah masing-masing.
  6. Pengiriman email (foto dan penjelasan tema mading) maksimal tanggal 15 Maret 2012 pukul 24.00 WIB. Jika lebih dari waktu yang ditentukan akan didiskualifikasi.
  7. Akan dipilih 80 Mading finalis yang akan dipamerkan pada Final Party (23 – 25 Maret 2011) di Grand Ballroom Kediri Mall. Perubahan jumlah finalis menjadi kewenangan panitia.

Kriteria Penilaian Mading :
I. Isi (Content) 40 % :
1. Rubrikasi
  • Keragaman
  • Kesesuain dengan tema
2. Kualitas berita/artikel
  • Keaslian
  • Alur penulisan­
  • Kelengkapan unsur berita
  • Fokus isi
3. Kualitas ilustrasi/foto pendukung ( 20%)
  • Komposisi,
  • Kualitas gambar,
  • Kesesuaian berita & foto.

II. Penampilan (Performance)
1. Desain (20 %)
  • Kesesuaian dengan tema,
  • Tingkat kesulitan,
  • Eksekusi,
  • Bahan yang digunakan,
2. Tata letak (20 %)
  • Pengelompokan rubrik
  • Komunikatif/Kemudahan membaca
  • Eye catching
3. Rubrik Honda & Flexi (wajib)
  • Keaslian
  • Kualitas artikel/berita
  • Desain grafis

Ketentuan Final Party :
  1. Mading yang masuk final party tidak boleh di-make over. Perubahan (bentuk dan content) yang ditoleransi maksimal hanya 10 persen.
  2. Akses masuk ke Grand Ballroom melewati area parkir mall. Tinggi maksimum di area parkir adalah 2.1 meter dari tanah. Setiap peserta harap mengondisikan madingnya untuk dibawa ke area final party di lantai 5 Kediri Mall (mobil bisa naik sampai depan Grand Ballroom lewat area parkir kecuali truk). Tinggi atap parkir 2.1m.
  3. Biaya pembuatan dan akomodasi ke final party (bagi yang masuk final party) ditanggung peserta
  4. Kru mading saat Final Party dibatasi max 10 orang. Terdiri dari 8 siswa dan  2 guru pembina
  5. Best School dipilih berdasarkan point yang dikumpulkan tiap lomba. Masing-masing lomba memiliki point yang berbeda. Akan dijelaskan saat tehnical meeting.
  6. Kategori pemenang:
  • The Best Overall (SMP dan SMA)
  • The Best Performance (SMP dan SMA)
  • The Best Content (SMP dan SMA)
  • The Most Innovative 2D
  • The Most Innovative 3D
  • The Most Honda
  • The Most Favorit
Kategori Khusus:
  • Best Article SMP & SMA
  • Best Photograph SMA & SMA
  • Most Atractive Crew & Performance Mading
  • Best Ilustration
  • Mading Ramah Lingkungan
  • Juara Umum (SMP & SMA)


 Asik juga nih kayaknya yah, selain berlatih desain kita juga berlatih menulis rubrik kawan. Dan juga, ajang ini sangat mendapatkan sorotan positif dari para pelajar se-eks karesidenan Kediri dari tahun ke tahun. Info lebih lanjut cek di www.sc,radarkediri.co.id.(ado)
READ MORE - Adu Kreatifitasmu di Perang Mading VI !

 
Copyright@ Kilas POMOSDA | Editted by Murtadha Ramadhan | Arif Asy-Syathori | Designed By SMA POMOSDA