Senin, 12 Maret 2012

Dikejar Waktu, Semangat pun Terpacu

     NGANJUK- Deadline pembuatan mading dalam rangka ikut serta Kediri School Contest VI kini tinggal tersisa 3 hari lagi. Pada tanggal 15 Maret tepatnya pada hari Kamis foto mading yang telah dibuat harus dikirim kepada Radar Kediri melalui Via E-mail. Mereka terlihat sangat serius dan bergegas dalam mengerjakan madingnya tersebut. Meskipun banyak kendala teknis maupun non-teknis mereka tetap berjuang untuk menyelesaikan pekerjaannya tersebut. “Kami megalami kendala, berbagai kendala ya, terutama karena kepala kami banyak, jadi ketika ide-ide itu keluar bersamaan, akhirnya kami beradu pendapat, itulah kendala kami yang utama.” Papar Mukhlis (anggota kru mading).
                   
     Dalam pengerjaannya, mereka mengerjakan mading tersebut di asrama SMP POMOSDA yang kosong. Beruntung karena lokasi yang dekat dengan tempat persediaan bangunan, kendala mereka dalam hal peralatan sudah bukan menjadi sebuah kendala yang menghambat dalam pekerjaan mereka. “Ya, kalo masalah peralatan ya kami itu beruntung ya, soalnya tempatnya dekat sama tempat alat-alat bangunan, jadi kalo butuh  tinggal ambil. Tapi sayangnya karena peralatan-peralatannya sering digunakan jadi banyak yang rusak juga."Ucap Aruhul (koordinator Survior).
                    
      Meskipun begitu, dalam pengerjaannya mereka tidak sesuai dengan jadwal. Jadwal yang telah dibuat seharusnya pada hari ini, tepatnya tanggal 12 Maret harus selesai dan dikirim kepada Radar Kediri. Sudah 65 % bagian mading yang telah mereka buat. Selanjutnya mereka akan berlembur hingga hari Rabo,(15/03). “Alhamdulillah sudah 65 % jadi mading ini dari perencanaan awal. Untuk selanjutnya terpaksa kami akan terus berlembur hingga benar-benar siap seperti perencanaan awal kami,” Ujar Dheva (koordinator Lay Outer mading).
                     
         Mereka juga mendapat banyak dukungan dari para ustad maupun para santri. Hal ini pula yang membuat mereka tetap semangat walaupun mereka lelah pikiran dan fisik.” Kami tetap semangat, karena kami optimis dan kami akan memberikan yang terbaik buat sekolah kami, masalah menang atau kalah itu urusan belakang, yang penting memberikan yang terbaik lah.” Ucap Samsul (anggota kru mading) dengan tersenyum. Dalam pembuatannya para pedamping selalu mengarahkan dan membimbing mereka, sehingga ketika bekerja tidak terjadi banyak kesalahan dan lebih tepat. “Kami selalu didampingi para pendamping kami dalam mengerjakan mading ini, biar gak salah-salah.” Ujar Fuad ,anggota kru mading.(ari)

READ MORE - Dikejar Waktu, Semangat pun Terpacu

Kehebatan Flexi! Program Layanan sistem CDMA

Hai sobat KoMu!!!! Ya masih di Kilas Pomosda. Menyambut datangnya final party dalam Kediri School Contest pastinya sangat penasaran dengan siapa saja dari banyak pesrta yang telah mengikuti seleksi  berbagai perlombaan dan pantas tampil di Final Party KSC VI. Tapi hal tersebut tidak akan lengkap jika tidak dilengkapi dengan mencari kabar dengan cara berkomunikasi dengan sesama melalui alat komunikasi yang menggunakan layanan CDMA. Why??? Karena kita tahu tentang Flexi,yaitu suatu layanan program komunikasi yang menggunakan sistem CDMA yang dibuat oleh perusahaan Telkom dikenal sangat efektif untuk melakukan suatu komunikasi sesama dengan biaya yang murah dan tidak terlalu boros. Nah, jikalau kita ingin mengetahui info tentang KSC VI, kita bisa menghubungi teman terdekat kita dan ngobrol sekitar tentang even tersebut sampai puas.

Ditambah lagi sekarang flexi sedang mengadakan promo Flexi Irit Mingguan Extra yang sudah bisa langsung dinikmati oleh para pelanggan flexi.Promo yang diberikan flexi dapat sesuai dengan apa yang kita bituhkan sekarang.Lebih hebatnya lagi jika kita membayar Rp 5000,- bisa mendapatkan pulsa sebesar 500.000 (Bisa digunakan selama seminggu).
Dan jika Sobat KoMu sekalian ingin cepat-cepat mencoba bisa mengetahui rinciannya sebagai berikut:


* Rp. 350.000 untuk panggilan ke sesama Flexi (Lokal & SLJJ01017) yang bisa digunakan sejak menit pertama.
* Rp. 50.000 untuk panggilan Flexi ke Telpon Rumah (Lokal & SLJJ) yang bisa digunakan setelah pelanggan melakukan pembicaraan > menit ke-2 (per call-nya.
* Rp. 50.000 untuk panggilan Flexi ke GSM Telkomsel (Lokal & SLJJ Telkomsel) yang bisa digunakan setelah pelanggan melakukan pembicaraan > menit ke-2 (per call-nya)
* Rp. 50.000 untuk SMS ke sesama Flexi yang bisa digunakan setelah pelanggan melakukan 2 kali pengiriman SMS ke sesama Flexi (per hari-nya)



Program ini dapat dinikmati ketika Sobat KoMu sedang COMBO atau melakukan perjalanan keluar kota.
Cara mengikuti Program Flexi Irit Mingguan Extra
Untuk mengikuti program ini caranya gampang banget ketik 5000 kirim ke 123
Berhenti berlangganan Flexi Irit Mingguan Extra
Untuk berhenti berlangganan ketik stop5000 kirim ke 123

Dan jika masa yang Sobat pakai mau habis,bisa melakukan sebuah perpanjangan dengan ketentuan berikut:

* pada H-1 kamu akan mendapat SMS notifikasi sebagai berikut:
Flexi Irit mingguan Rp 5000/minggu akan diperpanjang secara otomatis besok. Untuk berhenti ketik stop5000 kirim ke 123
* SMS Notifikasi yang akan di terima setelah perpanjangan adalah sebagai berikut :
Flexi Irit Mingguan Rp 5000/minggu sudah diperpanjang secara otomatis. Untuk berhenti ketik stop5000 kirim 123

Sekarang telah tersedia Paket Irit 123 , merupakan promo baru dari Flexi, selain Flexi Irit Mingguan, untuk melihat tarif serta detail lainnya bisa klik Paket Irit 123
Bila membutuhkan informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Plasa TELKOM/Flexi CENTER terdekat dan Contact Center 147. Selamat menikmati Flexi Irit Mingguan Extra dan Paket Irit 123.


Okee Sobat!! Jadi bisa cari kabar tentang perkembangan lomba menuju Final Party KSC dengan ngobrol bareng teman-teman,selain itu juga bisa internetan gratis lewat paket ini Sobat KoMu.
So, jangan sampe ketinggalan ya Sobat!! Sayangkan kalau keltinggalan promo ini, ntar malah kejebak ke layanan yang malah bikin kantong kering.(Faizal)


READ MORE - Kehebatan Flexi! Program Layanan sistem CDMA

Minggu, 11 Maret 2012

Apresiasi Peserta dalam Musik Tradisional

UJI KELAYAKAN : Tampilan Grup Acoustic SMA POMOSDA saat gladi bersih
NGANJUK-Menunggu datangnya seleksi perlombaan School Contest VI yang bertemakan Modern  Ethnic,khususnya perlombaan di bidang  kesenian musik daerah yaitu School Acoustic Ethnic Contest, tentu saja harus dipersiapakan dengan sungguh-oleh para peserta. Karena itu merupakan suatu ciri kesenian budaya di Indonesia dan diusahakan untuk tidak mengilangkan kekentalan budaya tersebut. Hal tersebut diapresiasikan oleh pelajar SMA Pomosda yang mengikuti perlombaan dalam prosesi gladi bersih yang dilaksanakan kemarin malam pada tanggal 10 Maret 2012. Suara gitar akustik dan alunan angklung mengiringi nyanyian lagu daerah dengan harmonis. Selain itu lagu yang dilantunkan oleh pelajar SMA Pomosda untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi seleksi perlombaan  School Acoustic Ethnic Contest  pada acara Kediri School Conetst VI sudah dimantapkan.

"Gambang suling kumandang swarane,tulat-tulit kepenak unine", suara Roni sebagai salah satu peserta anggota dalam group akustik Pomosda."Kita hanya berpartisipasi saja,jikalau menang kami bersyukur kalau tidak ya kami bangga bisa membawa nama Pomosda",jelas juga Dian Fernando sebagai pemain gambang dalam group.

Sesi gladi bersih ini para pelajar SMA Pomosda yang menjadi peserta dalam  School Acoustic Ethnic Contest berusaha tampil sebaik mungkin dan menunjukkan bahwa budaya di Indonesia memang benar-benar original dan dilestarikan oleh generasi bangsa yang berbudaya dan bermoral. Setelah sesi gladi, para peserta akustik Pomosda juga menaruh harapan supaya terjadinya sportivitas dalam seleksi yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2012 atau pada saat Final Party digelar.(faizal)
READ MORE - Apresiasi Peserta dalam Musik Tradisional

Persiapan Matang,Penampilan pun Menantang

NGANJUK-Persiapan demi persiapan telah dilakukan telah  oleh pelajar Sekolah Menengah Atas Pondok Modern Sumber Daya At Taqwa yang menjadi peserta  dalam perlombaan Kediri school Contest VI yang diadakan di Kota Kediri. Dalam perlombaan yang akan digelar tentu saja akan melaksanakan seleksi pada kriteria tertentu. Seperti halnya pada lomba School Band Contestan  yang akan diadakan seleksi pada tanggal 17 Maret 2012, pelajar dari SMA Pomosda yang mengikuti perlombaan tersebut akan dilatih kekuatan mental  dalam menguasai panggung sebelum seleksi band dilaksanakan. Kemarin malam,pada tanggal 10 Maret 2012, di aula Balairung Pomosda peserta School Band Contest dari SMA Pomosda melakukan sebuah geladi bersih dalam rangka pelatihan penguasaan panggung sebelum mereka terjun langsung di tempat publik umum yang sangat terbuka, seperti tempat yang akan dilakukan seleksi yaitu di Kediri Mall.

 Sesi permulaan pada saat diadakannya geladi bersih berlangsung sangat atraktif dan penuh harmoni. Freedom (Band SMA Pomosda) yang menjadi andalan untuk mengikuti seleksi dalam School Band Contest memperlihatkan kepiawaiannya kepada para pelajar SMA Pomosda yang ikut menyaksikan penampilan Freedom.Mereka seperti merasa terhipnotis oleh salah satu personil dari Freedom yaitu Muhammad Sulton Arifin dengan permainan bassnya yang sangat atraktif dan kekompakan mereka yang tidak pernah ketinggalan.

Ada dua buah lagu yang dibawakannya,yaitu lagu daerah  Gambang Suling yang telah diaransement dan merupakan lagu wajib ,serta lagu pilihan yang berjudul Mencintaimu dari Asap Band."Ya awal tampilan pada gladi ini rasanya nervous,dredeg,pingin nangis dan banyak deh,campur-campur",jelas Via sebagai vokalis dari Freedom. Namun demikian ,persiapan mental merupakan senjata paling ampuh untuk menghadapi apapun dan juga kerjasama yang erat antar satu anggota dengan anggota yang lain,seperti halnya lomba School Band Contest ini.(faizal)
READ MORE - Persiapan Matang,Penampilan pun Menantang

Uji Coba Peserta ILP's Got Talent di Panggung POMOSDA


NGANJUK-Seleksi awal para peserta ILP's Got Talent pun telah diambang pintu. Persiapan secara teknis dan materi pun dimaksimalkan sedini mungkin oleh para peserta. Sabtu(10/3) malam tepatnya di balairung POMOSDA, para peserta ILP's Got Talent yang mewakili SMA dan SMP POMOSDA pun menguji mental dan kelayakan mereka di depan para santri lain dan juga para ustadz.

Tampilan yang sangat beragam yaitu public speaking, broadcasting, story telling dan puisi b.inggris dengan.Modern Ethnic, tema KSC VI menginspirasi mereka untuk mengambil tema tentang kebudayaan Indonesia " Tema public speaking saya yaitu menjaga kebudayaan Indonesia agar generasi muda dapat mejaga dan mepertahankan keeksisan budaya bangsa kita."tutur Soni Chamid Syaifullah (17), penampil public speaking ILP's Got Talent .Ternyata, para peserta pun memiliki motivasi dan tujuan yang beragam dalam mengikuti lomba ini. "Yah, saya ikut lomba seperti ini karena ada pengalaman dulu di provinsi sempat juara 2 broadcasting, dan kali aja kesempatan ini saya bisa juara lagi" jelas Syahroni Nur Arifin (17),penampil broadcasting ILP's Got Talent

Perasaan grogi atau nervous pun sempat tak luput dari beberapa peserta yang tampil pada gladi resik tersebut. "Pertamanya lancar-lancar aja dan gak grogi, tapi pas lupa teksnya nervousnya muncul deh."seru Fahmi Al-Husaini (16), penampil public speaking ILP's Got Talent. Uji coba tersebut pun sangat membawa dampak positif bagi mental peserta dan juga teknis penampilan mereka kelak. (ado)
READ MORE - Uji Coba Peserta ILP's Got Talent di Panggung POMOSDA

Punya Talenta Berbahasa Inggris ? Join This One !

What,what, what ??? Hehe apaan sih tadi gak jelas banget. Salam KoMu kawan, di postingan ini kita mau ngomongin tentang ILP's Got Talent nih. Apaan tuh ? Nah, ILP's Got Talent ini adalah event baru dan perdana di school contest VI radar kediri kawan. Buat kawan-kawan yang punya talenta berbahasa inggris, join aja ini teknis pelaksanaannya yang saya ambil dari www.sc.radarkediri.co.id :


 Ketentuan Umum: 



  • Peserta pelajar tingkat SMP/MTs/ Sederajat dan pelajar tingkat SMA/SMK/MA/ Sederajat Se-Eks Karesidenan Kediri. Perorangan atau kelompok (maksimal 3 orang) Biaya pendaftaran perorangan sebesar Rp. 35.000,-, kelompok sebesar Rp. 50.000,- 
  • Mengumpulkan foto ukuran 4×6 cm sebanyak 2 lembar. Ketika mendaftar melampirkan surat rekomendasi sebagai peserta dari sekolah. Tempat & Pendaftaran: Kantor Radar Kediri Jl. Raya Gampeng 45 Kediri mulai tanggal, 6 Februari-3 Maret 2012, audisi bulan Maret, Final: 23 Maret 2012. Technical meeting Sabtu, 6 Maret 2012 di Ruang Brantas Kantor Radar Kediri Jl. Raya Gampeng 45 Kediri. (waktu menyesuaikan)



 Teknis Kontes: 



  •  Peserta menampilkan kemampuan berbahasa Inggris yang diapresiasikan dalam berbagai macam bentuk. Seperti orasi (pidato), menyanyi, monolog, presenter, mendalang, puisi, dan lawak. Yang semuanya ditampilkan dengan bahasa Inggris. 
  • Peserta membuat naskah yang akan dibawakan. Namun naskah tak boleh dibaca saat kontes. Penilaian terdiri dari language, serta performance. Akan diambil 10 yang akan tampil pada final party.


 Kayaknya seru juga ya kawan, selain kita dapat mengembangkan talenta kita dalam berbahasa inggris, kita dapat melatih mental kita dan teknik speech. Join ya Kawan !! Info lebih lanjut klik aja www.sc.radarkediri.co.id.(ado)
READ MORE - Punya Talenta Berbahasa Inggris ? Join This One !

Adu Kreatifitasmu di Perang Mading VI !

Perang mading ? Emang kedengerannya agak asing ya, tapi maksudnya bukan kita main perang-perangan pake mading kawan. Tapi, perang mading adalah ajang adu kreatifitas yang direalisasikan dalam sebuah mading 3 dimensi ataupun 2 dimensi. Mulai dari layout mading yang di desain sampai rubrikasi yang di tulis. Terus, teknis perlombaan dan penilaiannya gimana ? Gak usah khawatir kawan, ini teknisnya yang saya ambil dari www.sc.radarkediri.co.id :




Ketentuan Umum:
  1. Peserta pelajar SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat Se-Eks Karesidenan Kediri.
  2. Pendaftaran mulai 6 Februari – 03 Maret 2012 di kantor Radar Kediri Jl.Raya Gampeng 45 Kediri mulai pukul 09.00-16.00 Telp.0354-681320.
  3. Ketika mendaftar peserta  mengumpulkan foto berwarna ukuran 4×6 cm sebanyak 2 lembar per kru mading (di balik foto diberi identitas/nama, asal sekolah, kontes yang diikuti).
  4. Menyertakan surat rekomendasi dari sekolah.
  5. Technical Meeting 6 Maret 2012 (waktu menyusul) di Brantas Room Kantor Radar Kediri Jl. Raya Gampeng 45 Kediri.

Ketentuan Mading :
  1. Kategori peserta SMP sederajat & SMA sederajat se-eks karesidenan Kediri.
  2. Tema Modern Ethnic, adalah cara menjaga/melestarikan budaya nusantara di era modern.
  3. Bentuk 2D (dua dimensi) atau 3D (tiga dimensi).
  4. Ukuran maksimal 1,75 x 1,75 m (kelebihan ukuran akan mendapat poin negatif). Untuk 3 D ketinggian maksimal 2 m dari lantai.
  5. Wajib ada Rubrik Sponsor (Honda & Flexi) dan penyelenggara (Radar kediri).
  6. Pembuatan Mading di sekolah oleh kru mading tanpa bantuan pihak luar.
  7. Penggunaan bahan daur ulang dan ramah lingkungan mendapat tambahan nilai.
  8. Desain mading 3 D lebih dominan menghadap satu arah (tampak depan). Karena samping kanan kiri belakang langsung berhimpitan dengan mading lain (lihat gambar).
Penjurian (Penyisihan)
  1. Penjurian akan dilaksanakan tanggal 16 Maret 2012 di Radar Kediri
  2. Penjurian untuk seleksi awal melalui foto yang dikirim peserta
  3. Peserta harus mengirimkan 4 (empat) foto mading nampak depan, nampak belakang, samping kanan, dan samping kiri. Foto diambil dengan jarak 1.5 meter di depan mading.
  4. Foto dikirim melalui email ke event@radarkediri.co.id dengan judul e-mail MADING<spasi>NAMA SEKOLAH<spasi>MADING 1/2 (angka 1 dan 2 jika mengirimkan lebih dari 1 mading, jika mengirimkan satu mading cukup nama sekolah yang dicantumkan). Format foto JPEG resolusi minimal 1200×800 pixel. Nama file sesuai dengan sisi pengambilan foto.
  5. Pengiriman email juga disertai penjelasan tema mading dan isi mading dalam format MS Word dengan nama file sekolah masing-masing.
  6. Pengiriman email (foto dan penjelasan tema mading) maksimal tanggal 15 Maret 2012 pukul 24.00 WIB. Jika lebih dari waktu yang ditentukan akan didiskualifikasi.
  7. Akan dipilih 80 Mading finalis yang akan dipamerkan pada Final Party (23 – 25 Maret 2011) di Grand Ballroom Kediri Mall. Perubahan jumlah finalis menjadi kewenangan panitia.

Kriteria Penilaian Mading :
I. Isi (Content) 40 % :
1. Rubrikasi
  • Keragaman
  • Kesesuain dengan tema
2. Kualitas berita/artikel
  • Keaslian
  • Alur penulisan­
  • Kelengkapan unsur berita
  • Fokus isi
3. Kualitas ilustrasi/foto pendukung ( 20%)
  • Komposisi,
  • Kualitas gambar,
  • Kesesuaian berita & foto.

II. Penampilan (Performance)
1. Desain (20 %)
  • Kesesuaian dengan tema,
  • Tingkat kesulitan,
  • Eksekusi,
  • Bahan yang digunakan,
2. Tata letak (20 %)
  • Pengelompokan rubrik
  • Komunikatif/Kemudahan membaca
  • Eye catching
3. Rubrik Honda & Flexi (wajib)
  • Keaslian
  • Kualitas artikel/berita
  • Desain grafis

Ketentuan Final Party :
  1. Mading yang masuk final party tidak boleh di-make over. Perubahan (bentuk dan content) yang ditoleransi maksimal hanya 10 persen.
  2. Akses masuk ke Grand Ballroom melewati area parkir mall. Tinggi maksimum di area parkir adalah 2.1 meter dari tanah. Setiap peserta harap mengondisikan madingnya untuk dibawa ke area final party di lantai 5 Kediri Mall (mobil bisa naik sampai depan Grand Ballroom lewat area parkir kecuali truk). Tinggi atap parkir 2.1m.
  3. Biaya pembuatan dan akomodasi ke final party (bagi yang masuk final party) ditanggung peserta
  4. Kru mading saat Final Party dibatasi max 10 orang. Terdiri dari 8 siswa dan  2 guru pembina
  5. Best School dipilih berdasarkan point yang dikumpulkan tiap lomba. Masing-masing lomba memiliki point yang berbeda. Akan dijelaskan saat tehnical meeting.
  6. Kategori pemenang:
  • The Best Overall (SMP dan SMA)
  • The Best Performance (SMP dan SMA)
  • The Best Content (SMP dan SMA)
  • The Most Innovative 2D
  • The Most Innovative 3D
  • The Most Honda
  • The Most Favorit
Kategori Khusus:
  • Best Article SMP & SMA
  • Best Photograph SMA & SMA
  • Most Atractive Crew & Performance Mading
  • Best Ilustration
  • Mading Ramah Lingkungan
  • Juara Umum (SMP & SMA)


 Asik juga nih kayaknya yah, selain berlatih desain kita juga berlatih menulis rubrik kawan. Dan juga, ajang ini sangat mendapatkan sorotan positif dari para pelajar se-eks karesidenan Kediri dari tahun ke tahun. Info lebih lanjut cek di www.sc,radarkediri.co.id.(ado)
READ MORE - Adu Kreatifitasmu di Perang Mading VI !

Daftar Isi

READ MORE - Daftar Isi

Sabtu, 10 Maret 2012

Cita-cita Penjual Bubur

Hiduplah keluarga yang sangat sederhana di Kampung Menowo, yaitu kampung yang sangat terkenal dengan para warganya yang intelektualitasnya tinggi dan juga hidup dengan gaya yang serba mewah. Namun, dengan keadaan yang seperti itu Keluarga Pak Parno ( keluarga yang sederhana) tidak berkecil hati dengan apa yang ia hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pak Parno dengan istrinya yang bernama Parni beserta kedua anaknya yang bernama Bingar dan Desi berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjual bubur di pinggir jalan setiap pagi dan sore. Walaupun Bingar dan Desi statusnya masih pelajar, yaitu untuk Bingar sebagai sang kakak masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama sedangkan Desi sebagai sang adik masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar,mereka tidak ragu dalam menyumbangkan tenaga untuk keluarganya demi membangun ekonomi yang maju dalam keluarga,walaupun lingkungan yang mereka tinggali sangat bertentangan sekali dengan psikologis mereka.

Pada suatu hari Bingar dan ayahnya, Pak Parno berandai-andai ingin mempunyai sebuah motor yang bagus tetapi tidak terlalu mewah dan hanya untuk sekedar mempermudah dalam melakukan pekerjaan dalam menjual bubur.Oleh karena itu Pak Parno ingin merubah usahanya menjadi tukang bubur keliling.

"Nak ,Bapak pingin banget kita menjadi orang yang serba tercukupi,dan usaha jual bubur keluarga kita bisa lancar." jelas Pak Parno kepada Bingar. " Ya.. aminnn pak,Bingar seneng banget kalau kita jadi orang yang tercukupi." jelas Bingar pula. "Oyaaa apalagi kita punya motor,pasti kita bisa keliling kemana-mana dan bisa menjual bubur kita dengan cara keliling dan kita sudah tidak perlu duduk nongkrong menunggu pembeli  kan?" Khayal sang bapak. Mendengar keinginan bapaknya seperti itu, Bingar pun berusaha untuk mewujudkan cita-cita ayahnya.  Desi dan ibunya yaitu Bu Parni mendengar kabar tersebut dari Bingar langsung menangis,"hiks...hiks.... ibu,bapak kasihan yaaa!!!" tangis si Desi. "Kamu benar nak, bapak kamu kasihan banget,dia mau bekerja keras untuk bayar sekolah kamu dan menghidupi keluarga kita dan sekarang bapak kepingin banget punya motor", jelas Bu Parni.

Setelah itu Bingar dan Desi berunding untuk mencari usaha lain selain menjual bubur. Desi dan Bingar meminta izin kepada ibunya untuk usaha menjual koran dengan syarat mereka tidak meninggalkan sekolah mereka dan Bingar memohon supaya tidak memberitahukan hal tersebut kepada bapaknya.

Sehabis pulang sekolah Bingar dan Desi langsung pergi ke percetakan koran yaitu percetakan koran Radar Kediri. Dalam sehari koran yang ia mereka bawa sebanyak 20 buah habis. "Wah,tidak sia-sia usaha kita kak untuk membantu usha bapak!!!" teriak Desi dengan rasa hati yang gembira," Ia, semoga saja bisa tercapai". Tidak sadar ternyata koran yang dijual oleh merak berdua masih tersisa satu. Akhirnya, mereka mengambil saja dan mereka baca. Tiba-tiba Bingar terkejut dan langsung menggunting bagian koran yang ia baca, dan ternyata bagian yang ia baca tersebut adalah kupon berhadiah dari koran yang berlabelkan RADAR KEDIRI. Di dalam kupon tersebut tercabtum jika beruntung dalam pengundian kupon bagi pemenang pertama akan mendapatkan motor Honda dengan tampilan program PGM-FI.Lalu Bingar berniat untuk mendaftarkan dirinya dalam pengundian kupon berhadiah tersebut yang kenetulan tempatnya adalah di Radar Kediri.

Pada saat sembahyang berjama'ah dengan keluarga, Bingar berdo'a memohon apa yang dicita-citakan oleh keluarganya bisa terkabulkan. Pagi pun telah tiba, seperti biasa anggota keluarga beraktivitas seperti biasa, Pak Parno dan istrinya menyiapkan peralatan untuk memulai usahanya di pagi hari dan kedua anaknya berangkat menuju sekolah masing-masing. Pada saat berangkat menuju ke emperan jalan raya dekat dengan gapura kampungnya, Pak Parno merasa minder dengan tetangganya yang bekerja sebagai pegawai negeri dan tungganganya pergi ke tempat kerja adalah mobil. "Andai saja dulu aku mau kuliah,pasti aku sudah sukses seperti tetangga dan teman-temanku",keluh Pak Parno. "Sudah pak, jangan disesali,toh bapak mau gelar sarjan pun kalau nasib tidak mendukung pasti bapak sama saja seperti sekarang,ya kan",jelas sang istri.

Setelah pulang dari sekolah, seperti biasa kakak-beradik pergi menuju Kantor percetakaan untuk melakukan pekerjaannya menjual koran. Tiba-tiba pada saat hendak keluar setelah endapat paketan koran yang siap untuk dijual, Desi melihat ada papan pengumuman besar yang terpampang di depan pintu kantor  Radar Kediri,dan isi pengumuan itu adalah tentang pemenang undian berhadiah yang diadakan oleh Radar Kediri.
Ketika hati sudah mulai deg-degan tibba-tiba Bingar menerobos dan berteriak, ''ALHAMDULILLAH!!!!Bapak akhirnya cita bapak terkabul juga. Ternyata undian yang ia kumpulkan menjadi salah satu undian pertama yang muncul dan sebagai pemenang pertama dengan hadiah motor Honda Revo sistem design PGM-FI. Tetapi,mereka berdua merahasiakan hal  tersebut dari bapaknya,dan hanay mau bercerita kepada ibu. Ibunya pun terkejut dan bersyukur akhinya usaha yang telah dilakukan membuahkan hasil.

Pagi-pagi sekali sebelum Bingar dan Desi  berangkat ke sekolah ada dua orang mengetuk pintu rumahnya terlihat sambil membawakan sesuatu. Kemudia pintu mereka buka dan yang terjadi adalah,"Selamat pagi dik,kami dari Tim Karyawan RADAR KEDIRI ingin mengucapkan selamat dan membawakan sesuatu yang akan membuat adik-adik bahagia. Pada mulanya Bingar sedikit bingung dengan apa yang sedang terjadi,namun akhinya Desi menyadarkan bahwa itu merupakn pengantaran hadiah dari undian kupon berhadih, dan akhirnya mereka berdua melompat kegirangan. Mendengar keramaian di rumah, Pak Parno dan Bu Parni mendatangi Desi dan Bingar untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Mereka terkejut ada dua orang yang terlihat mempunyai intelektualitas yang tinggi sambil membawa motor yang terlihat sangat mahal.

"Eh,ada apa ini ,hey Bingar apa kamu berbuat kesalahn terhadap orang ini?" tanya Pak Parno dengan khawatir."Tidak pak,sebelumnya Bongar dan Desi minta maaf soalnya sudah berbohong kepada bapak bahwa selama ini kami bekerja sebagai tukang koran setelah pulang sekolah,dan pada waktu kami enjula koran tidak sengaja ada bacaan yang ternyata adalah kupon berhadiah yang isi hadiah tersebut bagi pemenang yang pertama adalah motor honda,lalu Bingar akhirnya mendaftarkan kupon tersebut dan Alhamdulillah kiat mendapat hadiah pak". jelas Bingar tehadapa bapaknya. "Oalah nak-nak kamu mau-maunya nglakuin hal yang kayak gini to??? Udah biar bapak aja yang kerja,biarpun keinginan bapak  ingin punya motor tapi itu kan hanya sebatas pengandaian saja",haru Pak Parno.

"Maaf bapak, ini ada hadiah dari Radar Kediri yaitu motor Honda Revo dengan design PGM-FI,dikarenakan putra bapak mennjadi pemenang dalam undian berhadiah. Semua persyaratan dan biaya pajak duah dari RADAR KEDIRI yang menanggung pak",jelas salah satu petugas. Setelah tahu dengan hal tersebut keluarga Pak Parno akhirnya bersyukur dengan apa yang telah didapat. Kegiatan mencari nafkah menjadi berubah dengan kehadiran motor yang sangat diimpikan oleh Pak Parno. Dengan motor honda Revo kesayangannya akhirnya pencarian nafkah lancar dan keluaga bisa mengumpulkan uang banyak untuk menghidupi keluarganya. Ditambah para pelanggan sering memilih penjual bubur dengan model Trend seperti Pak Parno karena selain rasa buburnya yang enak juga penampilan penjual yang gaulllll dengan motor design PGM-FI,akhirnya keluarga Pak Parno bisa hidup sejahtera dan tidak minder dengan gaya modernisasi hidup  tetangganya.

TAMAT....
READ MORE - Cita-cita Penjual Bubur

 
Copyright@ Kilas POMOSDA | Editted by Murtadha Ramadhan | Arif Asy-Syathori | Designed By SMA POMOSDA