Rabu, 21 Maret 2012

Generasi Muda Menjadi Penentu

LESTARI : Santri SMP POMOSDA yang mengikuti ekstrakurikuler Batik sedang menjemur kain batik hasil karya tangan mereka sendiri di halaman sekolah
Busana Batik merupakan budaya asli Indonesia Sahabat KoMU ! Budaya Batik sendiri juga sudah diakui oleh dunia. UNESCO sendiri telah mengakui bahwasanya Batik merupakan budaya asli dari Indonesia. Jadi jika pemerintah sudah berjuang untuk batik, tinggal bagaimana kita para generasi muda memanfaatkannya. Lagipula batik itu tidak jadul kok, malah terkesan lebih rapi dan sopan. Itulah jawaban mengapa para pendahulu kita menciptaka budaya yang sangat indah seperti batik itu sendiri, karena batik sangat cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia.

Sekarang mari kita tengok pada negeri tercinta Indonesia kita ini, apakah presentase orang yang mengenakan baju batik lebih besar daripada orang yang mengenakan baju modern khas barat ? Apakah kita sudah menepati kata-kata kita untuk cinta produk negeri ? Banyak orang-orang Indonesia sendiri memilih untuk meninggalkan budaya asli Indonesia yang sangat sayang apabila ditinggalkan yaitu batik. Tentunya hal ini sangat ironi sekali dengan apa yang kita harapkan sebelumnya.

Oleh karena itu sudah seharusnya apabila kita para pelajar ataupun penerus bangsa memikul beban untuk mempertahankan budaya Indonesia yaitu batik yang indah dan penuh panorama. Marilah sahabat-sahabat KoMu sekalian kita semua ikut berpartisipasi dalam menjaga dan melestarikan budaya kita yaitu batik.

Seharusnya semua sekolah di Indonesia mengangkat budaya batik. Mungkin diadakannya eks-skull membuat batik. SMP POMOSDA telah mempunyai program eks-skull  membuat batik. Ustadnya pun (guru) atau pembimbingnya datang dari kalangan POMOSDA sendiri, yaitu pak Ismadi. Pak Ismadi adalah ustad SMP POMOSDA yang gemar membuat batik. Eks-skull sendiri baru ada di SMP POMOSDA. Para santri diajarkan bagaimana menciptakan karya batik khas Jawa yang indah dan kaya panorama.

Para Santri sendiri mengaku senang akan adanya eks-skull batik di sekolah mereka.”Senenglah kak, aku bisa menunjukkan bakatku menggambar sekaligus membudayakan batik di sini.” Ujar Arum (salah satu santriwati SMP POMOSDA). Para santri sangat rajin dan bersemangat sekali membuat batik, tidak hanya proses pembuatan yang menarik, menyenangkan, penuh kreativitas, dan juga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk diri sendiri maupun orang lain.

Dengan adanya antusiasme mereka para santri, maka ini merupakan sinyal positif bagi pemerintah untuk mulai mengadakan program pengembangan budaya batik di Indonesia di kalangan pelajar seluruh negeri. Kita harus berani untuk merubah diri kita kawan. Jangan selalu menganggap bahwa orang-orang Indonesia bodoh-bodoh karena di samping kebodohannya tersebut sebetulnya memiliki potensi yang sangat besar apabila dikembangkan. Oleh karena itu pemerintah wajib memberi sarana bagi sekolah-sekolah untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya asli Indonesia. Khususnya batik itu sendiri.(ari)
READ MORE - Generasi Muda Menjadi Penentu

Mading Terbang ??? Bener Gak SIh ???

Kalo denger sapu terbang pasti sahabat KoMu gak heran lagi, tapi kalo denger mading terbang gimana reaksi sahabat-sahabat semuanya ? pasti aneh bukan ? Ya tapi inilah fakta yang dialami oleh mading SMP POMOSDA dengan tema layout Jaranan. Memang tari tradisional Jaranan selalu berhubungan dengan mistik. Kalian pasti juga berpendapat begitu kan ? Awalnya hal ini tidak pernah diperhitungkan apalagi diharapkan oleh anggota kru mading SMP POMOSDA.

Apalagi hal ini terjadi ketika hari sudah mendekati pengiriman foto mading melalui via Email kepada Radar Kediri selaku pelaksana kegiatan School Contest VI. Mungkin pada saat itu orang-orang yang paling panik di dunia adalah mereka. Awalnya kejadian bahwa mading yang layout-nya berhubungan dengan Jaranan tersebut hanya rumor atau kabar burung belaka, namun setelah sekian lama kok ternyata banyak yang mengalami sedemikian rupa, hingga Direktur POMOSDA pun mengalami hal tersebut, “Aku dengar suara Jaranan pas jam 11 malam, suaranya jelas dari gong dan peralatan yang ada di mading milik SMP POMOSDA.”Ungkap Dzoharul Arifin (direktur SMA POMOSDA).

Tidak hanya penampakan mading yang bisa terbang tapi penampakan makhluk halus pun tampak, bahkan menampakkan diri di hadapan para santri POMOSDA, salah satunya adalah Ainur. Santri SMP POMOSDA yang pernah melihat pentulan atau topeng Jaranan berkeliaran di sekitar masjid Jami’ Billah POMOSDA ketika ia sedang melakukan kegiatan mengaji setelah Maghrib. Kejadian ini pun juga diperkuat oleh santri-santri lainnya yang melihat pentulan  tersebut di atas rak Al-Qur’an.

Awalnya para anggota mading SMP POMOSDA sama sekali tidak gentar akan kejadian ini, tapi mereka menjadi sangat lemas karena mereka mendengar kabar dari Kepala Sekolah SMP POMOSDA jika seandainya kejadian ini terus berlanjut maka SMP POMOSDA tidak akan mengikuti School Contest VI tahun ini. “Kami sangat lemas, bahkan sangat lemas sekali. Kami sudah pesimis bahkan merasa semua yang kami perbuat dalam pembuatan mading percuma begitu saja” Ujar Abid (pimpinan redaksi mading SMP POMOSDA). Tapi semangat mereka yang memacu optimisme mereka, support  dari pembimbing yang terus mengalir membuat kru mading SMP POMOSDA menjadi bangkit dari pesimisme. “Tapi kami kembali bangkit karena pembimbing kami yang terus memberi dukungan buat kami.” Imbuh Abid.

Pada akhirnya mading mereka mengalami perubahan. Mereka membuat perubahan mading mereka atau mengganti icon jerami sebagai patung yang menunggangi jaranan menjadi robot. Mereka mengantinya hanya semalam sebelum mading mereka dikumpulkan.“ kami merubah mading kami pada malam sebelum tanggal terakhir mading dikumpulkan, kami hanya semalam memperbaiki mading kami lagi.” Papar Ali Irpan (salah satu kru mading SMP POMOSDA). Alhasil mereka lolos juga sahabat KoMu, mading mereka akan diangkut di lt.5. Kediri Mall besok,(22/03). Semangat mereka- lah yang membuat mereka bisa melakukan yang sebenarnya tidak masuka akal, jadi nantikan mading SMP POMOSDA dan SMA POMOSDA  di Kediri Mall pada tanggal 23-25 Maret mendatang.(ari)
READ MORE - Mading Terbang ??? Bener Gak SIh ???

Selasa, 20 Maret 2012

Potret Buram Crew Mading SMA POMOSDA

Wah ini dia hasil gambar-gambar hasil jepretan para crew jurnalis blog SMA POMOSDA yang sedang iseng-iseng berkunjung ke basecampnya para crew mading   :




Peuh kesel dari tadi nyeruti bambu peuh !!
Gaji terus mang..

Weleh kok gajine tumpul tenan ki ...!!!

Mainan cutter dulu ah !!!

Mo latihan casting nih, jangan ganggu !

Haha saya ada Empu Mukhlis haha....
Wani piro ?????
Maenan apa ya yang enak ..!?#%$%
Desain mading yang msih berbasis kapur
Amunisi bambu siaaappp !!
Beuh bener-bener lengkap dari paku ampe jerigen haha...
Kayak gini aja ! Bukan kayak gini aja bro !!*&#$%

Alas madingnya nih, MANTAP !!






Tunggu jepretan-jepretan seputar Kediri School Contest VI kami sobat !!! (Ado)








READ MORE - Potret Buram Crew Mading SMA POMOSDA

Finalis Perang Mading School Contest VI

KEDIRI-Pasca pengumpulan hasil mading yang telah diikuti oleh banyak pelajar dari berbagai sekolah  se- eks Karisidenan Kediri  (17/03/12) akhirnya sudah bisa dipublikasikan. Baik pelajar dari Sekolah Menengah Atas maupun dari Sekolah Menengah Pertama yang berpartisipasi hasilnya sangat memuaskan. Dari panitia penyelenggara Perang Mading School Contest VI pun akhirnya telah dapat menentukan mading dari sekolah  mana saja yang layak untuk tampil di Kediri Mall dalam Final Party School Contest VI. Dan  berikut adalah data para finalis Perang Mading School Contest VI yang akan maju ke final party KSC VI.

Kategori Mading 3 Dimensi Tingkat SMA/MA/SMK:
  1. MA- AL HUDA KEDIRI
  2. SMK AL-HUDA KEDIRI
  3. SMKN 1 KEDIRI
  4. SMAN 7 KEDIRI
  5. SMAN 1 NGANJUK (A)
  6. SMAN 1 NGANJUK (B)
  7. SMAN 1 NGANJUK (C)
  8. SMAN 1 KERTOSONO
  9. SMAN 1 TANJUNGANOM
  10.  MA HM TRIBAKTI KEDIRI
  11. SMAN 1 BOYOLANGU TULUNGAGUNG
  12.  SMK CAHAYA ABADI
  13.  SMAN 5 KEDIRI
  14.  MA AL- ISLAM NGANJUK
  15.  SMKN 1 PLOSOKLATEN
  16.  SMAN 8 KEDIRI
  17.  SMKN 2 KEDIRI
  18. MAN PURWOASRI
  19. SMAN 6 KEDIRI
  20.  MAN 2 KEDIRI
  21. SMKN 1 NGASEM
  22. SMA WAHIDYAH
  23. SMA PAWYATAN DAHA KEDIRI
  24. SMAN 1 KEDIRI
  25. SMA QUEEN AL- FALAH
  26. SMA POMOSDA
  27. SMAK PETRA  KEDIRI
  28. MA MA’ARIF PARE
  29. SMA AL- AZHAR  TULUNGAGUNG
  30. SMAN 1 PAPAR 
  31. SMAN 1 PUNCU
  32. SMAN 2 KEDIRI
  33. SMAN 2 NGANJUK
  34. SMK AHMAD YANI GURAH

Kategori 2 Dimensi Mading Tingkat SMA/MA/SMK:
  1. MA AL-HUDA KEDIRI
  2. SMKN 1 KEDIRI
  3. SMK AL-HUDA KEDIRI
  4. SMAN 1 KEDIRI


Kategori 3 Dimensi Mading Tingkat SMP/MTs :
  1. SMP AL-HUDA KEDIRI
  2. SMP MUHAMMADYAH
  3. SMPN 8 KEDIRI
  4. MTs AL- ISLAM NGANJUK
  5. SMP ISLAM BAITUL IZZAH
  6. MTsN KANIGORO KRAS
  7. SMP AL- IKHLAS TAROKAN
  8. MTsN MODEL PARE
  9. SMPN 1 TANJUNGANOM
  10. MTsN JOMBANG KAUMAN
  11. MTsN KEDIRI 2
  12. SMPN 1 PACE
  13. SMPN 3 KEDIRI (A)
  14.  SMPN 3 KEDIRI (B)
  15. MTs SUNAN AMPEL
  16.  SMPK PETRA KEDIRI
  17. SMPN 6 TULUNGAGUNG
  18. MTsN GROGOL
  19.  SMP POMOSDA
  20. MTs MIFTAHUL HUDA
  21.  MTsN PUNCU

Kategori 2 Dimensi Mading Tingkat SMP/MTs :
  1. SMPN 8 KEDIRI
  2. MTsN KANIGORO KRAS
  3. MTsN PURWOASRI
  4. SMPN 1 PRAMBON
  
Data  di atas adalah para finalis pada saat 23 Maret 2012 akan menampilkan karya terbaik dalam Perang Mading School Contest VI yang bertemkan Modern Ethnic. (Faizal)
READ MORE - Finalis Perang Mading School Contest VI

Teriakan : "Kami Lolos !!!"

LOLOS : Gembira karena berhasil masuk final Perang Mading SC VI
Hai sahabat KoMu ! Kami punya sedikit cerita nich ! Akhirnya pengumuman 20 finalis Perang Mading telah dipampang dalam surat kabar Radar Kediri tadi pagi sahabat KoMu ! Dan tak bisa menahan hasrat untuk bersuka cita karena mading SMA POMOSDA lolos menembus 20 besar yang nantinnya mading akan diangkut ke Kediri Mall lt. 5 pada ajang Final Party School Contest VI. 

Alhamdulillah perjuangan pagi, siang, malam tidak percuma, sampai rela tidak mengikuti pelajaran di sekolah untuk menyelesaikan mading tersebut. “Seneng banget yang pasinya, soalnya kami juga telah berjuang keras dan susah payah, kalau gak lolos kami akan kecewa banget.” Kata Mukhlis (salah satu kru mading SMA POMOSDA). Mereka juga sangat optimis kawan, melihat tahun kemarin yang bisa angkut penghargaan “The Best Overall” di School Contest V semakin memacu semangat dan optimis mereka.

Experience is the best teacher itulah kata-kata yang selalu terngiang di pikiran mereka. Mereka juga bangga sekali karena mereka dapat mengangkat nama sekolah mereka. Walaupun mereka sudah lolos, tapi mereka tetap mendapatkan bimbingan-bimbingan dari pembimbing yang juga dari ustad POMOSDA sendiri. Mereka mendapatkan bimbingan ini juga dalam rangka agar ketika dalam Final Party tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh mereka.

Tidak hanya itu mereka juga diberi pencerahan agar mereka tidak terlalu merasa puas akan hasil yang telah mereka terima. School Contest merupakan agenda tahunan bagi SMA PMOSDA maupun SMP POMOSDA. Dengan adanya School Contest ini bisa menumbuhkan kreatifitas para santri POMOSDA. Seperti halnya mading SMA POMOSDA tahun ini, semua sisi dari madingnya adalah murni karya dari para santri SMA POMOSDA. 

Dengan lay out yang bertemakan Batik den Angklung telah di desain sedemikian rupa oleh mereka sendiri. Para ustad dan ustadzah (guru) banyak yang tidak percaya bahwa semua itu adalah karya mereka sendiri, tapi fakta telah membuktikannya dengan bukti alat-alat perkakas serta segala sesuatu yang menempel pada madingnya. Begitu kawan sedikit cerita dari kami tentang suka cita kami akan keberhasilan yang telah kami terima. (ari)

READ MORE - Teriakan : "Kami Lolos !!!"

Senin, 19 Maret 2012

Mental Baja dan Ketrampilan Berbahasa

KEDIRI-Setelah melakukan gladi bersih yang digelar di aula Balairung Pomosda pada tanggal 12 Maret 2012,akhirnya perwakilan dari SMA Pomosda yang mengikuti prlombaan ILP's Got Talent membuahkn hasil yang membanggakan. Dari beberapa perwakilan yang diberangkatkan,akhirnya ada dua perwakilan yang lolos menuju final yang akan digelar pada tanggal 23 Maret 2012.

Terinspirasi dari lingkungan yang selalu mengolah ketrampilan dalam berbahasa enjadi alasan utama mengapa Putri Zakia Salsabila dan Fitria Putra Atika dapat lolos menuju final ILP's Got Talent pada final party KSC VI minggu depan. Persiapan yang telah matang mereka kembangkan dalam waktu yang cukup singkat.

Dari beberapa banyak peserta yang hadir dalam perlombaan tersebut memang cukup menarik,karena talenta yang mereka miliki juga telihat bagus,sehingga hal itu juga menjadi  kendala mental bagi para pelajar SMA Pomosda yang mengikuti pelombaan tersebut. "Wow, rasanya deg-degan,tapi aku coba melakukan yang lebih baik untuk sekolahku", tutur Fitria Putra Atika yang akrab disapa dengan nama Tika.

Walaupun banyak sekali saingan yang tercatat kemampuannya lebih bagus daripada Tika Dan Putria Zakia Salsabila,dengan pengalaman yang telah ia dapat dan juga pembangunan karakter percaya diri yang sangat mantap maka hal tersebut menjadi senjata andalan mereka berdua,dan juga teman-teman mereka yang iktu dalam perlombaan tersebut walaupun mereka tidak lolos dari pre-eleminasi. Perisapan yang lebih atraktif akan   segera dilakukan karena mengingat waktu yang dilakukan utuk menunggu final party sangatlah singkat.(Faizal)
READ MORE - Mental Baja dan Ketrampilan Berbahasa

Heboh, School Band Contest KSC VI

ATRAKTIF: Penampilan Grup Band FREEDOM
KEDIRI-Penyisihan School Band Contest gelombang pertama telah diselenggarakan pada hari Kamis,(15/03). Venue  Kediri Mall ramai oleh pengunjung dan para pendukung dari peserta School Band Contest KSC (Kediri School Contest) VI. Pada penyisihan gelombang pertama ini jumlah pesertanya sebanyak 16 peserta. Sesuai dengan ketentuan panitia dengan tema Modern Ethnic, maka para peserta harus mampu membawakan lagu tradisiional dengan sangat dinamis.

Adapula lagu yang dibawakan sebanyak 3 lagu. 1 lagu wajib yaitu lagu daerah nusantara, kemudian lagu yang lain adalah jingle Honda Beat dan lagu bebas pilihan dari peserta. Para peserta pada gelombang pertama memuaskan dewan juri  pada perhelatan School Band Contest kali ini. “Meskipun, kualitasnya lebih baik tahun lalu, tapi masih ada gelombang kedua semoga kita mendapatkan finalis yang layak.” Papar Wahab CB (salah satu juri).

Gelombang kedua pun juga telah dilaksanakan pada hari Sabtu lalu,(17/03). Namun, gelombang kedua venue berpindah di GOR Jayabaya Kediri mulai pukul 10.00 WIB. Gelombang dua pun tidak kalah menarik dan heboh. Para pengunjung dan penonton banyak yang terlarut menyanyikan lagu dan menari seiring dengan lagu yang dibawakan oleh para peserta.
Para peserta telah membawakan ketiga lagu tersebut dengan sangat dinamis. Meskipun beberapa dari mereka merasa kurang siap dan tidak puas akan penampilan mereka. Contohnya Band SMA POMOSDA. Peserta dari Band SMA POMOSDA sebenarnya telah mempersiapkannya dengan sangat matang sekali. Dengan latihan yang dilakukan secara teratur seharusnya mereka bisa tampil apik.
Tapi karena mereka minim pengalaman akhirnya mereka mengalami demam panggung.”Memang kami sudah mempersiapkannya dengan sangat baik. Tapi karena kami kurang pengalaman jadinya mereka demam panggung. Sehingga vokalisnya fales.” Ujar Bayu Krista (pembimbing Band SMA POMOSDA).

Berikut Daftar Band yang lolos ke babak Final :
1.    SMPN 8 KEDIRI (EVOLUTION)
2.    SMAN 1 KEDUNGWARU T.A (SWEET BANANA)
3.    SMPN 1 KEDIRI (2 BAND)
4.    SMAN 2 NGANJUK (NEW ETHNIC)
5.    SMPN 3 KEDIRI (ARPEGA)
6.    SMAN 1 KEDIRI (FULL DAY)
7.    SMAN 7 KEDIRI (X-MOVE)
8.    SMPN 1 KEDIRI (SMILE BAND)
9.    SMAN 1 BOYOLANGU T.A (USB)
10.    SMAN 1 PAPAR (ORNAMEN)

Para 10 Finalis tersebut akan berkompetisi lagi di Final Party (23-25/03) mendatang di Kediri Grand Ballroom Kediri Mall lt.7. (ari)

READ MORE - Heboh, School Band Contest KSC VI

Sabtu, 17 Maret 2012

Sejarah dan Perkembangan Telkom Flexi

Salam semangat Sobat KoMu!! Oke,pada sesi ini kita akan membahas tentang salah satu sponsor pada perlombaan Kediri School Contest yang masih banyak dibicarakan oleh publik dilingkungan kita. Hal yang akan kita bahas pada saat ini adalah tentang Telkom Flexi. Sobat KoMu semua pastinya tahu tentang program yang berhubungan dengan alat komunikasi produk dari Telkom Flexi. Namun tidak akan bersahabat juga jika kita tidak tahu tentang sejarah terbentuknya atau diproduksinya Flexi. Nah,pada waktu yang tepat ini mari kita bahas secara seksama.

Telkom Flexi merupakan salah satu produk telepon fixed wireless yang dikeluarkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia. Namun kita tahu bahwa produk ini lebih akrab kita panggil dengan kata "Flexi".  Saat ini operasionalnya dikelola melalui salah satu Divisi di Telkom, yaitu Divisi Fixed Wireless Network (DIV FWN). Flexi sudah menggunakan jaringan CDMA frekuensi 800 MHz untuk seluruh wilayah di Indonesia. Sebelumnya untuk wilayah Jakarta & Jawa Barat yang menggunakan frekuensi 1900 MHz sudah dimigrasi ke 800 MHZ sejak tanggal 31 Juli 2007.  Setelah sepuluh tahun mewarnai dunia bisnis jasa telekomunikasi berbasiskan teknologi Fixed Wireless (CDMA), dengan segala tantangan dan rintangan yang dihadapi, Flexi telah membuktikan sebagai market leader bisnis Fixed Wireless di tanah air dengan lebih dari 18 juta pelanggan.


Pada tangga 16 Juli 2010,TelkomFlexi memproklamatirkan tagline baru yaitu Flexi, Lebih Irit Kan! menggantikan TelkomFlexi, Bukan Telepon Biasa dan Pada awal bulan Juni,tepatnya pada tanggal 7 Juni 2011. Kali ini TelkomFlexi merubah logo telekomunikasinya yang pada awalnya Kaku yaitu berwarna Pelangi (Merah, Kuning dan Hijau), menjadi lebih simpel dengan dasar warna Biru muda dengan background yang universal. Logo yang baru tersebut melambangkan air yang bening sebagai sumber kehidupan manusia serta merepresentasikan karakter Flexi yang flexible, ramah, jujur dan transparan. Nah, Sobat jadi seluk-beluk terbentuknya Flexi seperti alur yang telah dijelaskan. Jadi kita bisa kenal lebih dekat dan tahu bagaimana telkom Flexi melayani masyarakat dan berkembang demi kemajuan komunikasi.
READ MORE - Sejarah dan Perkembangan Telkom Flexi

Hampir Mendekati 100%,Waktu Pengumpulan Foto Mading Menghitung Jari

100% Mading SMA Pomosda
Jedag-jedug suara jantung yang berdetak menggetarkan dada seiring dengan jalannya nadi yang mengalir pada tubuh. Namun,hal yang demikian tidak menjadi pengaruh para pelajar SMA Pomosda, yang menjadi peserta Perang Mading School Contest VI. Dengan kesempatan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan tugas menuju seleksi  perang mading yang dapat sudah dihitung jari,akhirnya sudah 98% mereka selesaikan dan hanya beberapa saja yang perlu mereka pertimbangkan dalam pemasangan peletakkan artikel yang sesuai,khususnya untuk artikel pendukung atau tambahan.

Karena syarat seleksi yang akan dilakukan pada perlombaan perang mading hanya cukup mengumpulkan foto dari mading tersebut. Maka taktik atau strategi yang dipakai oleh pasukan mading saat ini hanya cukup mendesain layout mading dengan rapi dan menata artkel dengan terstruktur. Setelah tiba hari untuk mengumpulkan foto mading yang akan dilaksanakan pada tangga 17 September, dengan waktu paling lambat adalah pukul 24.00 sebelum tangga 18 September dini hari,para pasukan Mading SMA Pomosda sudah memegang prinsip optimis hingga pengumuman yang dinanti tiba.

Hal tersebut juga tidak lupa dari dukungan Ustadz dan Ustazdah yang menbina selam proses kerja mading dilakukan. Jika dihitung ternyata persiapan yang dilakukan mading tidak lama. Karena dalam waktu sekitar tiga minggu mereka dapat menyelesaikan mading  bertemakan modern ethnic yang telah disuguhkan oleh panitia perlombaan di Kediri School Contest. Berkat kerja keras yang sangat solid akhirnya hasilnya bisa menggugah semangat yang membara bagi diri pelajar. Dan kini mereka tinggal menyelesaikan sedikit kekurangan yang ada dan memotret hasil mading yang telah digarap. Tepat pada tanggal 17 Sepetember mereka kirim,dan termotivasi untuk menjadi pelajar yang berkompetensi dan bersabar menunggu pengumuman yang diarapkan dapat membuahkan hasil.(Faizal)
READ MORE - Hampir Mendekati 100%,Waktu Pengumpulan Foto Mading Menghitung Jari

 
Copyright@ Kilas POMOSDA | Editted by Murtadha Ramadhan | Arif Asy-Syathori | Designed By SMA POMOSDA